Pocong Vs Kuntilanak

Pocong Vs Kuntilanak

  • WpView
    مقروء 6,244
  • WpVote
    صوت 265
  • WpPart
    فصول 9
WpMetadataReadمكتمِلة أربعاء, سبتـ ١٩, ٢٠١٨
Gimana jadinya seorang pocong bertemu kuntilanak yang sedang beranak. Dan saat itulah membuat hubungan mereka menjadi sangat dekat "Saat melihatmu bahagia, aku merasa sedih" ucap pocong terhadap kuntilanak Apakah kedekatan mereka akan berakhir bahagia? Atau gantung? Atau sedih? (7 chapter selesai) *** Cerita pertama gue. Maaf kalo garing, baper, ngeselin. 99+ Anak kecil boleh baca. Dewasa nggak boleh baca
جميع الحقوق محفوظة
#15
kutil
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • The Broken Marriage (Completed)
  • THE CLIMB [Completed]
  • GILANG [SUDAH TERBIT]
  • Dilema
  • My Possessive Duda (Revisi)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • LITTLE WIFE
  • MAHENDRA

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى