Story cover for Move On by Rifelaa_
Move On
  • WpView
    Reads 1,202
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 1,202
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 29, 2017
"Untukmu yang pernah singgah dihatiku dan mendorongku mengenakan pakaian indah ini, terimakasih. Berkat kau, aku mengerti segalanya dan aku paham, bahwa menjalin cinta denganmu tanpa ikatan pernikahan itu adalah sesuatu yang salah,"
All Rights Reserved
Sign up to add Move On to your library and receive updates
or
#930spiritual
Content Guidelines
You may also like
Kawin Kontrak? [COMPLETED] by bilqiss_
23 parts Complete
[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞
You may also like
Slide 1 of 10
Kayla in Love (END) cover
My Love is on Paper cover
Hijrahku cover
Di Atas Petala Cinta cover
Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠) cover
GARIZAH JAUZA (END)  cover
Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END) cover
Meraih Surga Bersamamu [SELESAI] cover
Detik Datang Dan Pergi cover
Kawin Kontrak? [COMPLETED] cover

Kayla in Love (END)

45 parts Complete

Kayla tidak pernah memikirkan apa kata orang lain tentangnya. Allah Maha Mengetahui, dan itu sudah cukup baginya. Hijrah mungkin mudah, tapi istiqamah itu yang sering kali susah. "Kamu pakai rok?" "Kamu enggak pakai make up, ya?" "Masa sih kamu enggak punya pacar?" Begitulah sebagian kecil pertanyaan yang sering ditujukan padanya. Risih? Sebenarnya tidak. Karena itu ia memilih diam. Namun, keinginan untuk istiqamah itu goyah ketika Ali memasuki kehidupannya. Perasaan yang tidak ia mengerti tiba-tiba saja hadir. Bermula dari pertemuan yang tidak disengaja, sebuah perasaan asing itu singgah di hati Kayla. Setelah melalui berbagai kejadian tidak terduga yang mewarnai hari-harinya, akankah Kayla mampu bertahan menggenggam istiqamah? _____ 🚫 Don't copy my story! 🚫