Skenario Hati [Sudah Terbit]

Skenario Hati [Sudah Terbit]

  • WpView
    Reads 1,007
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Blurb: Semuanya berawal dari pertemuan tak sengaja antara Nathayas dengan seorang lelaki di sebuah KRL jurusan Stasiun Jakarta Kota. Tak menyadari bahwa dirinya salah memasuki gerbong membuat Nathayas harus berkali-kali merasakan debaran aneh di dalam hatinya setiap kali menatap senyuman khas lelaki yang berdiri di hadapannya. Tepat di hadapannya. Tak mau ambil pusing dengan segala macam ketidak sengajaan yang ditemui sepanjang perjalanannya, ia pun memutuskan untuk melupakan semuanya, termasuk melupakan senyuman yang membuatnya tak berhenti menyunggingkan senyum di bibirnya. *** "Mbak, itu masih ada yang kosong," ucap lelaki itu kemudian sambil menunjuk kursi di seberang, kulihat kursi itu diantara dua orang lelaki. Aku menggeleng pelan. Tiba-tiba lelaki itu berjalan ke arah kursi yang ditawarkan olehnya dan meminta seorang Bapak yang berada di ujung kursi untuk bergeser. Ia lalu menatapku dan kembali menyuruhku untuk duduk. Aku berjalan perlahan menghampiri lelaki itu dan duduk di ujung kursi. Sementara lelaki itu bersandar di besi yang berada di sebelahku. Aku mengamati punggungnya dari tempatku duduk. Tiba-tiba ia berputar dan meletakkan tas ranselnya di atas tempat dudukku. Ia tersenyum ramah saat melihatku masih memperhatikannya. ***
All Rights Reserved
#261
dewasamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Im not alone
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Felicity [On Going]
  • Beautiful Sunset
  • FAITH
  • Amor Eterno
  • Sexy Daddy

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines