Skenario Hati [Sudah Terbit]

Skenario Hati [Sudah Terbit]

  • WpView
    Reads 1,003
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 28, 2018
Blurb: Semuanya berawal dari pertemuan tak sengaja antara Nathayas dengan seorang lelaki di sebuah KRL jurusan Stasiun Jakarta Kota. Tak menyadari bahwa dirinya salah memasuki gerbong membuat Nathayas harus berkali-kali merasakan debaran aneh di dalam hatinya setiap kali menatap senyuman khas lelaki yang berdiri di hadapannya. Tepat di hadapannya. Tak mau ambil pusing dengan segala macam ketidak sengajaan yang ditemui sepanjang perjalanannya, ia pun memutuskan untuk melupakan semuanya, termasuk melupakan senyuman yang membuatnya tak berhenti menyunggingkan senyum di bibirnya. *** "Mbak, itu masih ada yang kosong," ucap lelaki itu kemudian sambil menunjuk kursi di seberang, kulihat kursi itu diantara dua orang lelaki. Aku menggeleng pelan. Tiba-tiba lelaki itu berjalan ke arah kursi yang ditawarkan olehnya dan meminta seorang Bapak yang berada di ujung kursi untuk bergeser. Ia lalu menatapku dan kembali menyuruhku untuk duduk. Aku berjalan perlahan menghampiri lelaki itu dan duduk di ujung kursi. Sementara lelaki itu bersandar di besi yang berada di sebelahku. Aku mengamati punggungnya dari tempatku duduk. Tiba-tiba ia berputar dan meletakkan tas ranselnya di atas tempat dudukku. Ia tersenyum ramah saat melihatku masih memperhatikannya. ***
All Rights Reserved
#95
dewasamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sexy Daddy
  • Amor Eterno
  • My Little Monster - Completed
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Felicity [On Going]
  • Zidan With Syakira
  • Who Is She?
  • Home (Completed) (Repost)
  • Chiisana Tenohira
  • Im not alone

Bersahabat dengan Abay Wesley sejak kecil, tak pernah terbersit sedikitpun di benakku bahwa aku akan menganggapnya istimewa. Bukan sekedar istimewa sebagai seorang sahabat, tapi istimewa sebagai ... lelaki. Ketika dia memutuskan menikah dan pindah ke kota lain, aku masih rajin menjalin kontak dengannya. Terkadang kami saling bertanya kabar, terkadang kami mengobrol sebentar lewat telepon. Dan semua masih berjalan seperti biasanya, bahkan ketika beberapa tahun yang lalu aku mendapat kabar bahwa istrinya meninggal karena sakit. Kami tetap berhubungan baik, tetap saja tak putus kontak. Namun sejak setahun yang lalu, ketika ia dan putri kecilnya memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran kami, semua berubah. Melihat bagaimana ia bersikap, bagaimana interaksinya dengan si kecil Lea, bagaimana ia merawatnya dengan penuh kasih, tiba-tiba saja hatiku berdebar. Aku ingin di sisinya, aku ingin senantiasa mengobrol dengannya. Aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, termasuk bersama Lea. Dan ... yeah, akhirnya aku menemukan diriku jatuh cinta padanya. Pada sahabatku sejak kecil, yang kini telah menduda, dan berubah jadi lelaki yang menggoda. Note : Terinspirasi dari banyak cerita sejenis. A veeerrryyy slow update. ©WiwinSetyobekti

More details
WpActionLinkContent Guidelines