We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Destroyed

Destroyed

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 29, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Ketika seseorang menyapa, dalam jarak yang terpaut cukup dekat. Ketika mata terikat dalam retina yang tak nampak. Aku memahami, bahwa ada sepercik harapan dalam hatiku ingin mengenalmu. Ingin lebih mengetahui semua yang ada pada dirimu. Dan ingin menelusuri jalan hidupmu yang berliku. Apakah kamu tahu? Kamu telah berhasil masuk ke dalam jiwaku. Tapi, aku tidak pernah tahu sebagaimana aku di jiwamu. Dan ini adalah cerita dimana aku mengenalmu, mempunyai perasaan padamu dan penyesalanku bertemu denganmu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • EGOku
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • REMEMBER
  • Surat dari Masa Lalu
  • Traces in the Light
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Badai, Kapan Berlalu?
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines