Kemarau yang Diguyur Hujan

Kemarau yang Diguyur Hujan

  • WpView
    MGA BUMASA 41,633
  • WpVote
    Mga Boto 4,831
  • WpPart
    Mga Parte 25
WpMetadataReadKumpleto Sat, Feb 23, 2019
Jemari pendek yang sedikit gemuk miliknya mengepal erat. Kukunya menusuk telapak tangan. Mulutnya terkatup rapat, giginya saling menekan. Seluruh emosi yang dimilikinya bersatu, bercampur aduk, dan berputar-putar di dadanya. Air matanya nyaris jatuh. Nyaris. Kalau bukan karena tepukan halus di pundaknya. Kalau bukan karena tubuh tinggi kurus menjulang di depannya. Kalau bukan karena genggaman lembut di lengannya. Sekali lagi. Di hujan pada musim kemarau ini, dia membuatnya terperangah. ©Copyright, 2018, sarrahnadhifah.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • WAVER [Completed]
  • Rianbow [SHS 1]
  • When It Rains
  • Pelangi Setelah Hujan
  • -AFTER RAIN-
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • Pluviophile: Sang Pencinta Hujan | ✔
  • DIA (Completed)
  • Tanpa Dirimu [TERBIT] ✔

Ketika cinta dibiarkan terbagi, di saat itulah hati diharuskan memilih. Jika mereka bagaikan hujan dan matahari, aku selalu butuh keduanya untuk dapat melihat pelangi. Hujan selalu meneduhkanku, membiarkan semua masalahku ikut terhanyut oleh rintik airnya. Matahari yang setia menemaniku, selalu membakar semangatku agar tetap teguh menjalani hari-hariku. Lantas, siapa yang harus ku korbankan? Hujanku? Matahariku? Apakah aku harus memilih salah satunya? Atau bahkan, pergi meninggalkan keduanya?! Entahlah, kurasa ku 'bimbang' ❤❤❤ Start : 01 Maret 2019 Finish : 14 Oktober 2019 Warning! Cerita ini mengandung quotes dari berbagai sumber. Penasaran? Follow dulu biar lebih afdol.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman