Playboy Vs Baby

Playboy Vs Baby

  • WpView
    Reads 91,239
  • WpVote
    Votes 4,312
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
Ganteng ? ✅ Keren ? ✅ Segala bisa ? ✅ Tapi jika harus mengurus seorang bayi ? ❌ Awalnya ia bisa mengurus bayi itu karena bantuan dari sahabatnya, Ify. Sahabatnya itu membantu mengurus bayi mungil nya itu. Karena setiap hari mengurus bayi bersama membuat keduanya menjadi saling menyayangi dan saling nyaman satu sama lain. Perasaan itu pun mulai muncul dianatar keduanya. Namun suatu ketika ada hal yang membuat Ify meninggalkan Rio, dan Rio membenci Ify. Namun keadaan semuanya berbalik, buka ify yang meninggalkan Rio, tapi Rio lah yang akhirnya meninggalkan Ify. Bagaimana kisah selanjutnya ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stevy & Steve
  • Don't you miss me?
  • No Place Like Home
  • Di Usia 16(Terbit)
  • Secret Book{✔}
  • Baby Girl
  • Other Side
  • L O V E ❤ (ENDING)
  • TITIPAN HATI (END)

“Tolong Bu. Tolong rawat anak saya. Tolong terima putra saya Bu. Anggap dia anak kandung Ibu. Saya tidak sanggup merawatnya. Saya janji kelak suatu hari nanti saya tidak akan menuntut apapun tentang ini. Sejak ibu menerimanya, ibu sah menjadi anak ini.” Rachel mematung di tempat tidurnya. Ia tidak sanggup mengatakan apapun pada ibu yang sedang mengemis supaya putranya mau diterima oleh Rachel. Rachel tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Rachel sudah menikah hampir lima tahun dan ini adalah persalinan pertamanya. Melahirkan seorang putri yang ia beri nama Stevy. Penantian dan perjuangan Rachel mendapatkan Stevy sungguh keras sampai tadi malam ia melahirkan. Rachel menoleh. Rommy juga menatapnya bingung. “Begini saja, beri kami waktu untuk diskusi, karena istri saya juga baru melahirkan, mustahil kami bisa merawat dua bayi sekaligus sementara ini pengalaman kami yang pertama.” “Saya mohon. Kalau sama saya anak ini akan menderita dan tidak sehat lebih baik dia sama keluarga kalian, saya ikhlas.” Rommy menelan ludah. Ibu ini tidak terbantahkan. “Suster tolong.” Suster kemudian menarik ibu ini keluar. PS: Mau komentar saran dan kritik ya readers. Terima kasih sudah membaca. Enjoy the stories.

More details
WpActionLinkContent Guidelines