OUR BABY

OUR BABY

  • WpView
    LECTURAS 209,516
  • WpVote
    Votos 8,000
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 25, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
kau boleh tidak menganggapku ada kau boleh membenciku kau boleh menyakitiku sesuka hatimu kau bebas menghinaku sepuas hatimu tapi... bisakah kau menganggap anak ini juga anakmu ? bisakah kau tidak membenci malaikat kecil tanpa dosa ini? bisakah kau menyayanginya? bisakah kau tidak menghinanya seperti kau menghinaku, karna dia lahir dari rahimku? BISAKAH? Hanya itu pintaku, bisakah kamu mengabulkannya ? Almira Putri Guntoro
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Istri Cadangan
  • perjalanan cinta rumit
  • Your Brother [#1 The Story] {Bianca Alif} (Complide)
  • Rae & Albizia
  • Unplanned Pregnancy
  • Endless Love
  • HOW : Husband Or Wife (PhaMi)

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido