You're[1] MINE

You're[1] MINE

  • WpView
    Reads 2,480
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Oct 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau tahu? Cintaku ini seperti layaknya aku Bulan dan kau Bintang, kau mungkin akan jatuh untuk menghiasi indahnya malam dan membuat seseorang mengharapkan sesuatu yang mungkin saja akan terkabul, lalu membuat semua orang menyukai mu. namun aku tidak, aku tidak akan pernah bisa jatuh untuk dilihat orang banyak. Karna kau tau? Ini seperti cintaku padamu, aku akan tetap Setia di langit dan melengkapi keindahan mu, selalu ingin terlihat Indah olehmu, karna aku hanya ingin terlihat istimewa untukmu, tak perlu aku dipandang Indah dan disukai orang lain, karna cukup kamu dan hanya kamu saja yang boleh melihat keistimewaan ku :)" [Beberapa part akan di private, follow saya jika ingin membaca, terimakasih]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • KKN; Where Were We Before? 1 [END]
  • DIRA  [HIATUS DULU]
  • Epilog Tanpa Prolog
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Auristela
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Mentari Tanpa Sinar
  • My Boy Attention Cold  [SELESAI]
  • RAIN [END]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines