Liebe ?

Liebe ?

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2017
"Terima kasih, karena telah mengembalikan kepercayaanku akan cinta " A Romance Story By Yuliam ------------------------------------------------------------- "Cinta, cinta, cinta tak adakah yang lebih berharga selain itu ? Gue bahkan berharap sama Tuhan supaya manusia tak kenal cinta, sebab buat apa ? Cinta itu memperbodoh Tuannya, dan cinta pula yang buat gue dan keluarga gue hancur berkeping-keping " Ucap Zena muak, sambil sesekali jari telunjuk mungilnya ia arahkan pada lelaki dihadapannya itu. "Lo hanya dibutakan sama amarah lo sendiri Zen, sebenernya lo tahu apa gunanya cinta yang sebenernya cuman lo bohongin perasaan lo sendiri. Sadar Zen sadar, tanpa ada cinta gak mungkin kan dulu keluarga lo harmonis, semua yang terjadi dikehidupan lo itu bukan salah cinta Zen, bukan. Itu semua suratan Tuhan buat lo " Ujar lelaki itu tak kalah sengitnya, sebenarnya ia lelah menasihati gadis yang terbalut keamarahan dihadapannya ini, tapi ia bisa apa ? Cintanya patut diperjuangkan. ------------------------------------------------------------- Selamat datang dicerita keduaku ya Cerita ini disajikan dengan lebih fresh dari sebelumnya, tapi tetap menampilkan sisi kekeluargaan disini. Disini, aku lebih memunculkan sisi anak remaja, gak seperti cerita pertamaku yang lebih dominan sama sisi kekeluargaan. Aku harap kalian gak bosan ya, ikutin terus setiap alur ceritanya, jangan mentang-mentang baru baca satu chapter udah berasumsi yang aneh-aneh aja. Insyaallah aku juga akan memberikan yang terbaik untuk cerita kali ini. Rasanya, sekian aja yaa terus ikutin ceritaku kali ini. See you. ------------------------------------------------------------- Dilarang keras mencopy atau menjiplak karyaku ini ya, ini murni hasil kerjaku sendiri. Dan untuk asal inspirasi kalian bisa liat dichapter pertama, bagian bawah. Copyright © 2017 by Yuliam
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • KIARILHAM【END】
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • My Heart
  • SSS [1] Pengagum Langit ✔
  • DIA MATAHARI 2: I'M THE WINNER
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • Regrets of Love
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines