Liar

Liar

  • WpView
    Reads 190,051
  • WpVote
    Votes 1,172
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2020
( +21 ) #rank 83 04102019 Banyak kata - kata kasar dan umpatan, alur maju mundur dan plot yang "random"... Di harapkan kebijakan pembaca... Bagi yang belom cukup umur di larang yoo... ☆☆☆ "Amy, aku ingin menjagamu... bolehkah?" Tanya Daren canggung. Amy tidak dapat berkata - kata. Bingung dan matanya berkaca - kaca. Daren mendekati Amy dan merengkuhnya dalam pelukan. "Aku akan menjagamu... Aku uhh Aku... tidak bisa jauh darimu Amy.. separuh dari diriku seperti ingin selalu berada dekatmu." Kata - kata Daren menyentuh relung hati Amy. Amy berjinjit dan mencium Daren. *** 😀😀😀😀
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • SHORT STORY 2022 - 2024 (END)
  • SIMALAKAMA💋
  • MY BABY (TERBIT Cetak)
  • Pasanganku Cuma Kamu [21+] (Completed)
  • REGRET
  • Melt Her Heart (TAMAT)
  • Gairah Panas Adik Iparku
  • Surrender of Fault
  • When A Woman, Fell In Love with "Her Husband"

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines