Coming to you

Coming to you

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Mega Arianti Gadis berumur 17 tahun ini kerap membuat siapa saja jengkel dengan tingkahnya. Tetapi tidak pada saat itu, saat ia bertemu cinta pertamanya. Mega masih tetap pada sifatnya yang konyol, tidak berubah. Hanya saja di depan pujaan hatinya Mega merasa selalu ingin dekat dan bahagia saat tertawa bersamanya, walaupun dia sedang berbohong di depan orang itu. Dia hanya ingin merasa dicintai yang selama ini tidak pernah ia rasakan pada siapa pun. Dengan orang itu Mega merasa berbeda. Tapi di balik semua itu, 'dia'. orang yang mengenal Mega lebih dulu, yang menyukai Mega lebih dulu, harus rela menerima sakit hati terlebih dahulu. Jadi bagaimana ini semua akan berakhir?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • paper hearts
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Complicated Friend Zone
  • My Ice Cream
  • ♚BEST FRIEND ZONE♚
  • The Game
  • Never Change [Complete]
  • Pal In Love
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines