Mask Happiness

Mask Happiness

  • WpView
    Reads 875
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 1, 2018
Jika kalian pernah terluka kalian pasti tau butuh keberanian yang terbesar untuk membuka kembali hati yang telah terkunci. Aku bahkan lupa dimana aku meletakan kunci hatiku. Orang tua, laki laki itu sama sama tak selalu ada untukku. Aku butuh kalian. Cukuplah aku mencintaimu dalam diam dan memeluk mu dalam mimpi, saat aku menumukan cinta yang baru, cinta yang lebih besar dari sebelumnya, aku pun lebih terluka lebih sering terluka karena luka itu. Aku mencintaimu. Tak pantas kan aku bahagia?? Tak cukupkah penjelasanku itu Diandra??
All Rights Reserved
#28
kece
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • DikaRanggi
  • Kitab Romancuk
  • ALISHA (end)
  • TURNING 20!!!
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Shadow That Fades
  • Disaster In Feelings

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines