Pseudo Sweetheart

Pseudo Sweetheart

  • WpView
    Reads 705
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tak mengenalmu. Kau datang tiba - tiba bagai badai yang memporak - porandakan skenario hidupku yang telah tersusun dengan sempurna. Jika harus memilihpun, lebih baik aku tak akan pernah bertemu denganmu walau aku harus meninggalkan semua gemerlap kehidupan yang kau tawarkan. -Risha Sheryl Arlina Kau tau, kau adalah semangat hidupku. Kau tak pernah mengenalku dalam kehidupan nyata namun kau harus yakini bahwa kau pernah menyayangiku lebih dari apapun walau dalam lingkupan maya. Sekarang saat aku telah menemukanmu dalam kehidupan yang sebenarnya, aku berjanji tak akan melakukan kebodohan apapun yang dapat membuatmu meninggalkanku lagi dan membuatmu menjadi milikku. Selamanya. Apapun caranya. - Revan Ditya Gautama
All Rights Reserved
#783
feel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CHERISH
  • FLAT LOVE [Harqeel]
  • STEALING YOU
  • PURPOSE (Completed)
  • Go Away [Completed]
  • SAHABAT RASA PACAR
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SOSOK WANITA YG MENCINTAI DLM DIAM [END]
  • enigma boy
CHERISH

"What if we never meet again? Or, what if I didn't follow this home? Is it possible for us to meet again?" --Althea Cassandra-- "If it's impossible, I will find a way for you to be my home. You know, it is what we call a "soulmate". No matter how far the distance can make us fall apart, love will find the way." --Harzan Dirgantara Sanjaya-- Cherish adalah tentang kisah waktu yang tidak pernah benarbenar menghapus rasa. Ketika dunia memaksa Althea untuk memilih, menyembuhkan atau merelakan. Harzan-pria yang selalu hidup dalam harmoni dan kesunyian, menjaga rasa yang entah berapa lama lagi bisa dia utarakan. Harzan datang bukan untuk merelakan Althea yang sudah menjadi kepingan memorinya, namun untuk menyembuhkan kepingan itu menjadi utuh juga untuk menunjukkan bahwa tak semua yang patah harus dibuang, dimulai dari satu nada oleh dua jiwa yang dulu pernah hilang, lalu saling menemukan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines