KIETA
  • WpView
    Reads 675
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 13, 2017
"Lo bilang benci gue? Tanpa lo bilang gue udah lihat kali dari mata lo." ucap Alda sambil menelan ludahnya. "Bagus deh, jadi gue gak perlu merasa iba ketika gue melakukan sesuatu ke lo!" balas Irgi sambil memasukan tangannya ke dalam saku celana. "T...terserah." saat itu mulutnya terasa kelu. Dulu menurut Aldana Wulan, buku adalah dunianya dan itu gak bisa di ganggu gugat. Tapi semuanya berubah ketika dia menjalin masa putih abunya di SMA Jaya Bangsa. Banyak hal yang harus Alda jalani selama berada di sana. Hingga suatu hari dia menyerah dan memilih pergi menjauh dari hal yang berhubungan dengan sekolah itu, terutama Irgi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • Xavier & Alexa [End]
  • Diary Raka [Selesai]
  • Ketika Putih Bertemu Gelap
  • RAJAWALI
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Maaf, Dara.
  • RAKA

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines