Jakarta-Bali

Jakarta-Bali

  • WpView
    LETTURE 57
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, giu 1, 2017
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Nobody can't help you! Percuma lo ngeluh mulu. Cerita sana-sini, berharap ada orang yang iba trus bantuin lo. Yang ada orang-orang yang dengerin keluh kesah lo Cuma bisa nyinyirin lo dan ketawain lo dibelakang." Seketika aku menghapus air mataku dan menengadah ke arah sumber suara itu. Ternyata dia, dan dia duduk disampingku tanpa memandang kerahku. Padangannya tajam menghadap ke depan. "Apa maksud lo ngomong gitu?" Bibirnya menyunggingkan senyum sinis lalu pandangannya berganti arah kepadaku. Yang ada di benak Kara saat itu, ingin sekali memeluknya. tapi siapa dia? apa mungkin dia laki-laki yang sengaja dikirim Tuhan untuk mengisi kekosongan hatinya?
Tutti i diritti riservati
#66
fiksidewasa
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • In Someone Elses Shadow
  • Tokoh Utama
  • FEARLESS || JAYISA
  • DIA MATAHARI 2: I'M THE WINNER
  • You're my mine[End✓]
  • Komposisi Cinta (END)
  • You Got It
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • A New Beginning

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti