Jakarta-Bali

Jakarta-Bali

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 1, 2017
"Nobody can't help you! Percuma lo ngeluh mulu. Cerita sana-sini, berharap ada orang yang iba trus bantuin lo. Yang ada orang-orang yang dengerin keluh kesah lo Cuma bisa nyinyirin lo dan ketawain lo dibelakang." Seketika aku menghapus air mataku dan menengadah ke arah sumber suara itu. Ternyata dia, dan dia duduk disampingku tanpa memandang kerahku. Padangannya tajam menghadap ke depan. "Apa maksud lo ngomong gitu?" Bibirnya menyunggingkan senyum sinis lalu pandangannya berganti arah kepadaku. Yang ada di benak Kara saat itu, ingin sekali memeluknya. tapi siapa dia? apa mungkin dia laki-laki yang sengaja dikirim Tuhan untuk mengisi kekosongan hatinya?
All Rights Reserved
#997
metropop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Captivated Me 2: Belenggu [END]
  • FEARLESS || JAYISA
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • THE CLIMB [Completed]
  • In Someone Elses Shadow
  • You're my mine[End✓]
  • KEYNANDO™ ✔
  • RadenRatih
  • A New Beginning
  • Parts of You

Setelah menerima takdirnya menjadi istri dari Ansel Andaresta, Sabrina pikir hidupnya akan baik-baik saja. Bukankah Ansel sangat sempurna? Ia akan bahagia. Nyatanya Sabrina salah, pernikahan yang seharusnya 'indah' menjadi kacau tanpa pernah Sabrina duga. Kesialan tidak pernah sudi untuk meninggalkannya. Keluarga kecilnya tidak baik-baik saja, terutama anak laki-laki semata wayangnya. Segala upaya ia lakukan guna untuk membuat keluarganya tetap bahagia, tak masalah bahkan jika ia harus kehilangan banyak hal termasuk nyawanya. ----------- "Kamu punya aku, Sabrina ... masalah kamu masalahku juga. Cerita sama aku dan kita bisa selesaikan semua sama-sama." "Gimana kalau satu-satunya cara biar semua masalah ini tuntas adalah dengan aku menghilang, Ansel?" "Maka kita bisa menghilang bersama-sama, bawa aku dan Revin menghilang bersama kamu." Namun tentu saja, Sabrina lebih memilih untuk mengilang sendirian. Bukankah lebih baik jika ia membawa masalah itu pergi dengan tangannya sendiri? Ansel dan Revin sudah sangat sempurna dan ia tidak mau ada 'noda' yang mengotori keduanya. ----------- Sequel of 'Captivated Me' on X (Twitter) copyright©2024, jeondaniuniverse

More details
WpActionLinkContent Guidelines