Prince Of Heaven

Prince Of Heaven

  • WpView
    Reads 121,328
  • WpVote
    Votes 4,331
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2019
"Amor, jika kita bertemu lagi. Aku bersumpah tidak akan melepaskanmu, akan ada pertemuan ketiga dan seterusnya. Aku tidak akan semurah hati ini." Amora Lolita tidak menyangka pertemuan yang tidak di sengaja saat ia salah memasuki kamar hotel membawanya kepada babak baru kisah hidupnya. Mata cokelat, tubuh tinggi dan deretan tato di tubuh pria itu membuatnya terjaga sepanjang malam. Princevo Immanuelo mengajarkan arti gairah yang belum pernah dirasakan Amora sebelumnya. Kesalah pahaman pada pertemuan pertama mereka mengantarkan mereka pada hasrat ingin memiliki satu sama lain. Bagi Princevo Immanuelo memiliki nenek paling menuntut di dunia adalah sebuah bencana, sebagai seorang pembalap yang selalu bermain dengan nyawa membuat neneknya geram belum lagi sifat playboy yang ia miliki membuatnya memiliki kekasih di seantero dunia. Ia dibuat bertekuk lulut oleh permintaan neneknya agar ia segera menikah. Ditengah kacaunya kehidupannya ia bertemu dengan gadis polos yang menarik hatinya, alih-alih melakukan perbuatan sopan ia malah mengajak gadis itu bercumbu di kamar hotelnya. Namun ia tahu bahwa gadis baik-baik jelas bukan untuknya akhirnya ia melepaskan gadis itu dengan satu kalimat yang membuat sang gadis lari dengan ketakutan. Erotica, romance, badboy, innocent girl, rider, motoGP
All Rights Reserved
#29
motogp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BECAUSE NOONA
  • ARSEN (ON GOING!)
  • KENNAYA [SELESAI]
  • DRYSTAN (End)
  • MINE; TAHAP REVISI
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)
  • ALGRAVANO
  • gadis boneka? (END)

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines