For You, Who Has Broken Heart.

For You, Who Has Broken Heart.

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2017
Engak semua yang kalian mau bisa kalian dapetin. Engak semua perjuangan berakhir dengan hasil yang baik. Engak semua hubungan berakhir dengan manis. Yah, gue gak jelas banget. Gue bahkan gak tau gue lagi mikir apa. Intinya, lo gak bisa nuntut orang lain atau dunia berlaku semau lo. - North Yudistira - Orang - orang suka memandang gue dengan tatapan aneh saat gue jalan di koridor utama sekolah. Mungkin mereka kenal gue? I don't even know what that mean. Gue yah gue, tatapan aneh mereka gak akan ngerubah karakter gue. Yah, north bilang gue bukan aneh, tapi gue gak biasa. Menurut kalian maksudnya north, gue itu aneh atau engk sih? - Alika -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • dimana janji tersebut
  • Kelas A [End]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • DEVIAN [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • No Longer Mate

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines