Kecerobohan RINDU /on Going/

Kecerobohan RINDU /on Going/

  • WpView
    Membaca 702
  • WpVote
    Vote 91
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 12, 2017
aku sedang belajar untuk mendamaikannya dengan hati, sebab bagian bernama rindu itu tak bisa kuhindari dalam sekali klik. aku memapah rindu itu bersamaku dalam bayangan dan kenangan, membuatnya begitu ceroboh merebut duniaku yang dahulunya begitu memikat aku bahkan tak bisa menghindarinya saat ia begitu egois memonopoli setiap inci pikiranku, merebut ruang di isi kepalaku, berguyon tentang ketakmampuanku melepasnya aku mengutuknya, tetapi ia semakin asyik mendominasi, mengetuk setiap tingkap hatiku, menerobos dan memasukinya tanpa permisi lalu berdiam di sana tanpa peduli Bukankah rindu lebih kejam dari cinta? Dia mengguruiku dan tersenyum sombong meledekku, dan aku bahkan tak punya kata yang tepat untuk membalasnya. "Cinta bisa kau hentikan, kau ganti dengan benci, ataupun perasaan yang bertolak belakang, tetapi bagaimana dengan aku yang bernama rindu? Aku akan menggerogotimu sampai habis energimu!" Katanya dengan kejam saat aku berusaha memisahkannya dari hidupku. Bisakah kau hentikan saat ia terlalu lama berdiam di hatimu? Merenggut hari-hari santaimu dan merecoki pikiranmu setiap saat? Kecerobohanmu, Rindu!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TOO MUCH (Tamat)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • 𝐃𝐔𝐊𝐀 ✔
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Canvas of Love (Tamat)
  • 1098 day without you [END]
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • BUNGA KEMBALI

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan