Rintihan Hati Sang Perindu

Rintihan Hati Sang Perindu

  • WpView
    Reads 1,922
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 24, 2021
Ini hanyalah serangkaian kata dari hati sang perindu. Ketika kau merasa bimbang akan rasa yang hinggap di dada. Ketika kau tak yakin memiliki perasaan yang sama dengan dia yang kau harapkan. Ketika betapa pedih nya hatimu harus menahan sakit dan perih sebab dia yang kau cintai ada namun terasa tiada. Sampai kepada saat ia menabur kebahagian dan akhirnya memilih menetap bersama mu. Wahai hati.. Tuhan Maha Membolak-balikan perasaan. Maka berserahlah kamu kepada-Nya. Sesungguhnya tak ada Cinta yg lebih tulus dibandingkan Kasih-Nya kpd kita, serta Cinta&Kasih sayang seorang Ibu..
All Rights Reserved
#619
miss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Soft After Storm
  • FAR (Saat Kau meninggalkanku)
  • CERPEN (END)
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Can Be With Love ✅
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Remah Rasa sang Penyair Galau

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines