Wall of The Lines

Wall of The Lines

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 17, 2017
Clara Bavlya, seorang gadis yatim piatu yang harus memikul beban berat dari utang kedua orangtuanya. Dia akan dihukum mati jika tidak segera melunasi pajak negara. Di saat-saat kritis, ia malah teringat soal liontin delima, warisan dari sang ibunda. Namun apa daya, seorang pria yang ia cintai justru menghilangkan liontin itu. Bahkan, tak sekali pun lelaki itu mengucap maaf padanya. Nickolas harus menanggung hukuman berat setelah berani memukul wajah ibunya sendiri di hadapan Sang Raja. Dia dikucilkan di pelosok desa, di mana tak satu pun manusia yang dapat ia temui. Ketika dia mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya, seorang tokoh dongeng dari cerita masyarakat setempat tiba-tiba muncul. Sosok itu mengutuk Nickolas, hingga dirinya tak lagi bisa mengucapkan kata 'maaf'. Walau dia selalu ingin mengatakan itu untuk seseorang...
All Rights Reserved
#442
tragedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obliviora [HIATUS]
  • Chloe (The Antagonist Princess)
  • The Devil'S Rose
  • Regrets
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • Warisan Gandari
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Exchange Souls With Villains
  • Gadis Dari Pulau Seribu Surat

Dua detektif, Theo dan Lheo, menjadi korban eksperimen brutal seorang profesor gila. Disiksa hingga mental mereka hancur, dipaksa menanggung penderitaan yang tak terbayangkan, lalu dibiarkan sekarat-namun tidak pernah benar-benar mati. Jiwa mereka dibekukan, terperangkap dalam koma tanpa akhir. Mereka pikir itu adalah akhir dari segala derita. Tapi justru di sanalah mimpi buruk sesungguhnya dimulai. Dalam kegelapan antara hidup dan mati, muncul sosok misterius yang mengungkap rahasia yang lebih mengerikan dari eksperimen itu sendiri: kutukan keabadian. Kebebasan untuk mati telah dirampas dari mereka. Kini, Theo dan Lheo terlempar ke dunia buatan Sang Dewa Pencipta, tempat para jiwa koma dijadikan pion dalam permainan tanpa ujung. Tanpa mengetahui hubungan mereka dikehidupan sebelumnya, mereka bertemu dan memulai perjalanan yang akan mengubah dunia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines