Kamu dan Kucing-Kucing Kampus

Kamu dan Kucing-Kucing Kampus

  • WpView
    Reads 496
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 25, 2023
"Jangan pernah berduaan sama lawan jenis saat street feeding kucing-kucing kampus." Begitulah sepotong bunyi pamali yang beredar ketika Haira resmi menjadi anggota baru komunitas peduli kucing kampus. Awalnya Haira mangut-mangut tanpa komentar, setidaknya sampai datang tugas pertamanya untuk mengisi stok persediaan makanan kucing petang itu. Di tengah hujan sore yang makin deras, Haira berpapasan dengan Rendaru. Barangkali kisah masa lalu dirinya bersama Rimba sudah cukup untuk menepis, tetapi mengapa kehadiran Rendaru selalu membuat Haira ragu? © acromeow 2023
All Rights Reserved
#108
universitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • See You After Midnight [END]
  • Tingkat Dua
  • Through the Lens [END]
  • It's Raining Outside [END]
  • Manisnya TeBu
  • Titik Nadir
  • Kisah Satu Dekade [END]

[Reading List @RomansaIndonesia Oktober 2023 - Cerita Bangku Kampus] Hanya butuh waktu singkat bagi Linka Drisana untuk jatuh cinta pada Aldio Zefran Waranggana, seorang kakak tingkat dengan sejuta pesona. Bukan soal fisik belaka, melainkan diikuti pula oleh banyak hal-hal sederhana yang tak bisa Linka hiraukan begitu saja. Namun, sadar bahwa mereka "berbeda", yang dapat Linka perbuat hanyalah bersikap layaknya seorang pengagum rahasia. Setidaknya sampai Linka menginjak semester empat, di mana ia menyadari bagaimana semesta dan rencana tak terduganya mulai bermain peran. Diawali bertambahnya status Zefran sebagai sesama penghuni dalam naungan satu atap bangunan, hingga hari demi hari kisah di antara mereka terajut kian rapi selayaknya bayangan dalam angan. Semua terasa seperti mimpi hingga membuat Linka tak dapat mudah percaya, sampai keyakinan berhasil ia peroleh karena Zefran yang terus berupaya. Kendati demikian, pada akhirnya Linka tetap dihadapkan oleh fakta bahwa segala hal dalam hidup tidak melulu berjalan sesuai keinginan, serta bahagia yang sempat Linka rasakan boleh jadi memang hanya bersifat sementara. Dan, terkait dengan hal tersebut maka jalan terakhir yang dapat ditempuh hanya antara dua opsi: merelakan atau memperjuangkan? --- © January 2023 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines