PEJANIR (Sudah Terbit!)

PEJANIR (Sudah Terbit!)

  • WpView
    Reads 1,648
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 30, 2018
Mencintai namun tak dapat di cintai. Aku tak pernah mengundangmu masuk ke relung hidupku. Memikirkan sastrawan hidup tanpa bakat seni lebih baik daripada ku berfikir kau datang lalu menciptakan luka dan aku jatuh lagi lagi dan lagi. Kau tau apa itu luka ? Kufikir tidak. Langkahmu, tutur katamu, sudut pandangmu membawa arti bahwa kau tak mengerti apa arti luka. Sebab kau hanya bisa melukai namun jarang dilukai. Hentikan, kita hanya sebatas teman. -Aku yang mengira kau suka namun ternyata kau lebih pahit dari duka- PEJANIR → Pelangi, Hujan, Petir. Bagaimana ketiganya saling Keterkaitan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • a RAINBOW
  • save me
  • Need You
  • Don't Cry
  • Beautiful & Broken
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SalFlo
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
a RAINBOW

Apa mungkin kau hanya ingin menjadi seperti pelangi yang memberi warna duniaku setelah hujan, tapi hanya sejenak lalu pergi meninggalkan? Apa mungkin kau adalah orang yang mendampingi aku melihat pelangi yang selalu sama dengan sosok yang menemani aku saat hujan dan petir? Semesta selalu berikan pelajaran yang sangat berharga tentang keindahan warna pelangi yang beraneka ragam. Pelangi mengajarkanku bahwa yang indah hanya sesaat. Seperti halnya pelangi yang belum tentu indah jika hanya terdiri sari satu warna,.....aku hadapi badai ini dengan berani, aku tunggu kapan Pelangi itu datang, meski hatiku tak lagi utuh, meski cintaku tak lagi penuh, penuh luka dan sayatan yang kau torehkan berkali- kali!! Dear Rainbow,.... I don't know what will happen in the future,... I don't know whether we' ll be together or not. All I know you're the best thing that ever happened to me. You're like the most precious God gifted to me. Being with you makes me feel like I'm with my self. Diam ku itu bukan tak ingin berkata, aku hanya takut pikiranmu tak mampu mencerna perkataanku, dan lisanku membuatmu luka,....

More details
WpActionLinkContent Guidelines