Waiting SOMEONE

Waiting SOMEONE

  • WpView
    Membaca 2,932
  • WpVote
    Vote 880
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadLengkap Kam, Jul 19, 2018
Aku telah melangkah melewati beribu-ribu jarak,beribu-ribu hari,membawa ruang kosong dihatiku. Cinta telah kutitipkan pada masa lalu,tetapi aku masih menyimpan sehela harapan masa depan bersamamu. Aku masih ingat hangat jemarimu di pipiku,membawakan getar hidup yang hilang bersama langkahmu yang menjauh. Lalu, hari ini, kau tiba-tiba berdiri dihadapanku,menatapku lekat,seolah membiarkanku membaca gurat-gurat kisah yang selalu kau sembunyikan. Aku hanyut dalam diam,seketika mengulang kembali sebuah kisah cinta dalam benakku. Kali ini, apakah hanya cinta yang kau bawakan untukku? Dan, apakah kau berharap aku menyambutmu dalam peluk hangat dan isak penuh kerinduan? Tapi, aku takut cinta seperti senja yang indah terlihat, tetapi ternyata hanyalah ilusi. Dan , aku khawatir ketika mendapatimu hanya terdiam . Apakah kau pun mulai ragu dengan cinta, cinta yang kau bawakan kemarin untuku? - - - - Waiting SOMEONE .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#428
sabar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Erlangga
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • [END] Blind Rainbow
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Soft After Storm
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Traces in the Light
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan