Good Bye

Good Bye

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 13, 2017
Apa kau ingat jam biru yang selalu mengores keheningan ketika kita sedang bicara? Ya, saat itu kau berkata suaranya sangat mengganggu. Dengan candaan, kau suruh jam itu untuk berhenti. Dan apa kau tau? Ia berhenti berdetak sekarang. Ya, jam itu sekarang sudah berhenti berdetak. Entah kenapa aku jadi mengingatmu. Suaramu Candamu Senyummu Aku rindu saat itu.. Saat dimana kita berbicara hingga tengah malam. Tak ada pembicaraan penting disana, hanya obrolan ringan. Tapi percayalah, obrolan selama 41 menit 10 detik itu membuat jantungku tak normal. Kurang lebih dua minggu kita menjalani hubungan tak jelas itu, tanpa status dan penuh kebohongan. Aku yakin, kau pun merasakan hal yang sepertiku. Aku bisa merasakan hal itu lewat caramu berbicara padaku saat itu. " sayang, aku mencintaimu " Aku selalu mengingat dua kalimat yang kau lontarkan malam itu. Terimkasih, itu sangat indah. Walaupun hanya sebuah sandiwara, tapi aku menyukainya. Tapi sekarang? Sepertinya hubungan kita hanya sebatas orang asing. Dan mungkin sekarang aku dimatamu hanya sebagai penambah nominal kontak di handphonemu Jika kau bertanya, aku masih menunggumu atau tidak.. Dengan lantang kujawab YA ! Aku masih menunggumu hingga detik ini. Memang bukan kau yang menghilang, tapi aku yang menjauh. Aku merasa saat itu kau berbeda. Sangat berbeda. Setelah pertemuan pertama kita saat itu, -Mungkin bisa dibilang pertama dan terakhir, tapi kuharap tidak- kau berubah. Pesanku, kau balas dengan lama. Bahkan hanya kau baca, tak kau balas. Tak apa, mungkin kau sedang sibuk. Aku selalu berfikiran seperti itu. Tapi, apakah kau sibuk setiap saat? Lambat laun, aku mulai menyadari bahwa itulah caramu untuk tidak berhubungan lebih jauh denganku. Hm, cara yang bagus kupikir. Perlahan menjauh, menjauh dan menjauh kemudian menghilang Tapi sekarang bisa kukatakan, aku merindukanmu. Jika berhubungan dekat itu sulit bagimu, tak bisakah kita menjadi teman? Kumohon.
All Rights Reserved
#56
korean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Happiness || sunsun
  • You're Here, But Not For Me
  • Now or Never; Youngbin [COMPLETED]
  • SERENDIPITY (Jungkok & Yumna)
  • FATE LOVE Sϋnsϋn [end]✓
  • ✓ The Happy Ending || Sunsun [End]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines