Meri dan Embun Kecil (cerita mini)

Meri dan Embun Kecil (cerita mini)

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 5, 2017
Meri si cantik yang merah, terbangun di pagi hari dan menggigil karena dinginnya tetes embun yang menempel di kelopaknya. Dia mencaci si embun kecil dengan kesalnya, tak mengerti mengapa embun selemah itu mesti diciptakan. Bagaimanakah akhir kisahnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She, ADARA QIANA
  • 30 DAY
  • Hai, Kak! (END)
  • Kisah Tak Sempurna [Sudah Terbit]
  • Bukan Istri Pengganti
  • Aku Dan Waktu.
  • Love Mother [END]
  • Keluarga di Ujung Senja
  • True love At school

Seorang gadis cengeng dan manja, tiba-tiba di hadapkan dengan masalah yang selalu saja datang menghampirinya. Setelah kematian ibu dan kakaknya, ia merasa hidupnya berubah 180°. Meski orang masih melihat senyumnya setiap hari, namun mereka tidak tahu bahwa senyum yang mereka saksikan bukanlah senyum yang menandakan sebuah kebahagiaan, melainkan sebuah senyum yang ia gunakan untuk menutupi luka dalam jiwa dan raganya yang tersiksa. Gadis itu, Adara Qiana Mahendra. Yang lebih di kenal dengan nama Ara, beruntungnya masih memiliki kekasih yang selalu ada untuknya, Dewa El-Ghazali Rainand. Meski sebenarnya, masalah terbesar yang pernah ia alami berawal dari masalalu orang tuanya dengan orang tua kekasihnya itu. Akankah Ara dan Dewa bisa mempertahankan hubungan mereka? Di tengah rahasia lama yang kembali muncul, mengancam akan berakhirnya hubungan keduanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines