We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dark
  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 23, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Tagsaction
Sebuah rumah besar berdiri dengan angkuhnya dengan penerangan lampu agak remang-remang. Seorang anak lelaki yang cengeng sedang menangis yang selalu mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Matanya yang berwarna biru laut indah kini terlihart begitu sembab. Ia selalu menangis dan menangis bersembunyi di kegelapan yang berada di ujung ruangan. Tangan mungil pucat itu, menutupi telinga mungil yang sudah mulai terasa panas mendengar umpatan tak berguna yang dilontarkan oleh sang ayah, lalu matanya bening birunya ia penjamkan sekuat-kuatnya. Cairan bening itu pun belum berhenti sedari tadi Seorang Alfino tak akan pernah menyukai sekolah. Hatinya sudah lama mati, karena kegelapan akan selalu berdampingan dengan dirinya. Ibu nya terluka karena dirinya. Kehancuran, kesedihan, kehampaan. Dunia ini tak ada yang benar-benar berarti untuk seorang Alfino.. karena yang berarti baginya hanyalah ibu. Untuk pertama kalinya Alfino memiliki keinginan, sebuah keinginan sedarhana namun sulit untuk digapai karena dirinya tak ingin menyakiti ibunya lagi. Yaitu Mati bersama ibunya. "M..Maafkan Aku ibu! Maaf.. sesak ibu.. aku kesakitan, tolong aku. Aku mau mati ibu! Aku mau mati saja!" "Aku ingin mati ibu" "Aku ingin mati ibu" "Aku ingin mati ibu" "....Ingin ibu" "....Bersama ibu..aku.." "Aku mau bersama ibu selamanya"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAESHA (Revisi)
  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • ALVIN (On Going)
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • MOYRI BERLIZHA
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • F A K E ? [End]
  • REVENGE

Judul Awal : 'METAMORFOSIS' diganti 👉 'RAESHA' "Terabaikan, kebebasan, pengkhianatan dan realita menyesakkan. Itu yang gue rasakan." -(Raesha) "Don't Worry. Ada gue yang bakal nganggep keberadaan lo, Ca." -(Jo) "Sayang Eca, tapi gatau Ecanya sayang siapa😥." -(Rava) "Kupu-kupu pun mengalami tahap sebelum menjadi sempurna. Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana." -(Ammar) "Sakit dibales sakit. Sengsara dibales sengsara. Dan MATI dibales MATI. Itu yang bakal gue lakuin ke lo perlahan. Let's The Game Begin" -(Unknow) Saat hidup tak lagi berasa, seketika muncul setitik cahaya yang kemudian padam dan menyisakan sayatan menyakitkan. Saat kaki sudah mulai melangkah, fakta menyesakkan justru terkuak dan kembali meluluhkan butiran bening memilukan. »Ketika Cinta, Persahabatan, Keluarga dan Kematian berada dalam dimensi yang sama« 🐭[Ini kisah tentang sandiwara kehidupan yang tak semulus kain sutra]🐭 Penasaran?? Yukk tambahkan ceritanya di perpustakaan kalian😇. Sebelumnya maaf kalo ceritanya tak sesuai dengan angan kalian🙏 ©-M_P-🌱

More details
WpActionLinkContent Guidelines