Story cover for Dark by Airasholekha
Dark
  • WpView
    Leituras 162
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 162
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 2
Em andamento, Primeira publicação em jun 05, 2017
Sebuah rumah besar berdiri dengan angkuhnya dengan penerangan lampu agak remang-remang. Seorang anak lelaki yang cengeng sedang menangis yang selalu mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.

Matanya yang berwarna biru laut indah kini terlihart begitu sembab. Ia selalu menangis dan menangis bersembunyi di kegelapan yang berada di ujung ruangan.
Tangan mungil pucat itu, menutupi telinga mungil yang sudah mulai terasa panas mendengar umpatan tak berguna yang dilontarkan oleh sang ayah, lalu matanya bening birunya ia penjamkan sekuat-kuatnya. Cairan bening itu pun belum berhenti sedari tadi

Seorang Alfino tak akan pernah menyukai sekolah. Hatinya sudah lama mati, karena kegelapan akan selalu berdampingan dengan dirinya.

Ibu nya terluka karena dirinya.

Kehancuran, kesedihan, kehampaan. Dunia ini tak ada yang benar-benar berarti untuk seorang Alfino.. karena yang berarti baginya hanyalah ibu.

Untuk pertama kalinya Alfino memiliki keinginan, sebuah keinginan sedarhana namun sulit untuk digapai karena dirinya tak ingin menyakiti ibunya lagi.

Yaitu

Mati bersama ibunya.

"M..Maafkan Aku ibu! Maaf.. sesak ibu.. aku kesakitan, tolong aku. Aku mau mati ibu! Aku mau mati saja!"

"Aku ingin mati ibu"

"Aku ingin mati ibu"

"Aku ingin mati ibu"

"....Ingin ibu"

"....Bersama ibu..aku.."

"Aku mau bersama ibu selamanya"
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Dark à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI, de itira17
53 capítulos Concluída
SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.
F A K E ? [End], de zeevadeva__
58 capítulos Concluída
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
MOYRI BERLIZHA, de Ska_kuproy22
14 capítulos Concluída
"Kenyataan itu memang menyakitkan tapi bagaimana pun kamu tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan itu sendiri" ~~~ Kisah ini menceritakan tentang seorang moyri berlizha dan segala bentuk lukanya.Lika liku kehidupanya ia lalui dengan sepenuh hati meskipun dihantam kenyataan dunia yang pahit. Bermula ketika kakak tersayangnya memilih mengakhiri kehidupanya.lelah dengan keadaan dan putus asa dengan kehidupan yg ia jalani membuatnya sendirian tanpa ada sosok yg menjadi alasanya tetap bahagia meskipun diatas penderitaanya sendiri.dua bersaudara yg berpura pura bahagia meskipun mentalnya hancur dua orang yang membohongi dirinya sendiri terlihat bahagia dimata dunia tp rapuh dihadapan kegelapan. Disaat kakaknya menyerah berjuang disitulah kebahagiaanya semakin dekat. ~~~ MAU TAU KISAH SELENGKAPNYA? JANGAN LUPA MAMPIR DONGG!!,JADI KARYA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AKU DAN AKU MINTA MAAF SEBESAR BESARNYA KALO CERITANYA MIRIP SM LAPAK YG LAIN KARNA JUJUR SUSAH BANGET NYARI INSPIRASINYA AKU HARUS BERHARI HARI BUAT MIKIR ALURNYA BIAR GA AMBURADUL.TAPI KALO RUWET YA MOHON MAAAP SOALNYA MASI PEMULA PUHHH....... OH YAA,SOAL ENDING JANGAN KHAWATIR SOALNYA INSYAALLAH GA NGECEWAIN KOK.NIH AKU KASI BOCORAN YA....JADI ENDINGNYA TUU KIRA KIRA HAPPY END CUYYY....TAPI GATAU DENG KALO BERUBAH PIKIRAN KAN NAMANYA MANUSIA YEKAN WKWK JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENN KALO KALIAN SUKAA JANGAN CUMAN BACA DOANG!!,NTAR AKU DOAIN CRUSHNYA PEKA DEH YG KOMEN DAN VOTE HEHE😁😁
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI cover
F A K E ? [End] cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
TRAUMATIZED🪽(END) cover
MOYRI BERLIZHA cover
Albel cover
Diantara mereka cover
ELGITA  (TERBIT) cover

Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

53 capítulos Concluída

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.