Kebun Kentang

Kebun Kentang

  • WpView
    LECTURAS 72,232
  • WpVote
    Votos 4,314
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadConcluida jue, feb 28, 2019
Pak Lurah Naryo, Yan, Kusno, Ubed, Said, dan Dandi terkejut ketika seorang guru taat ibadah ditemukan tewas dengan mulut menganga. Salah satu organ dalamnya diambil. Guru itu adalah korban pertama. Setelah itu korban-korban berikutnya pun berjatuhan dengan kondisi yang sama. Ketakutan melanda Desa Rojowali. Dandi yang paling ketakutan karena lokasi jatuhnya korban adalah di lahan kosong dekat kebun kentang miliknya. Polisi sudah dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut tetapi lurah desa itu didesak warga untuk mengambil keputusan lain. "Cepat, cari orang pintar!" ====================== Cover baru dan jangan lupa terus vote cerita Kebun Kentang ini. Selamat membaca. Salam literasi. O_o--b
Todos los derechos reservados
#2
occult
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • The Killer [END]
  • Ruang tua 12.A  (Tamat)
  • Time to Work, Detectives!
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Torii
  • Stadiun Berdarah[Tamat]
  • Mayat Tanpa Identitas
  • Bisikan di Malam Hujan
  • THE SECRET

⚠TRIGGER WARNING⚠ ⚠KONTEN 18+!⚠ Semenjak kematian suami Ayu, warga desa diteror dengan berbagai kematian, seperti kematian Pak Rohyan dan Pak Cetol. Mereka berdua adalah orang-orang kepercayaan Pak Kades. Pak Rohyan mati digorok oleh orang tak dikenal, persis seperti suami Ayu. Warga desa dan Pak Kades menganggap itu sebagai kecelakaan biasa dan menutup kasusnya dengan segera agar nama baik desa tidak tercemar. Selanjutnya adalah kematian Pak Cetol. Kematiannya sangat tragis. Pasalnya, ia ditemukan tanpa tubuh. Kepalanya ditancapkan pada bambu runcing dan dimasukkan ke dalam air sungai. Lagi, kematiannya berusaha ditutupi. Warga desa tak mau jika kematiannya sampai didengar polisi dan media. Jika sampai itu terjadi, berbagai penghargaan yang disematkan kepada desa tersebut akan sia-sia. Anak Pak Kades, Damar, merasa janggal dengan kematian-kematian itu. Ia baru datang dari Jakarta setelah 10 tahun tak pulang. Damar curiga kedatangannya adalah sebuah kutukan, sebab baru kali ini ia menemui orang-orang yang mati secara berdekatan. Ia menjadi takut jika ia telah melukai orang lain sehingga ia dikutuk dengan berbagai peristiwa tersebut. Di desa itu, diam-diam Damar dekat kembali dengan mantannya---Ayu---janda yang baru kehilangan suaminya dan dianggap gila karena masa lalunya yang buruk. Selama mendekati Ayu, tabir kebenaran mulai tersingkap. Satu persatu Damar mulai menemukan titik terang atas apa yang telah terjadi dengan desanya, termasuk awal mula kematian suami Ayu. Cover: Canva

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido