Kebun Kentang

Kebun Kentang

  • WpView
    Reads 72,232
  • WpVote
    Votes 4,314
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 28, 2019
Pak Lurah Naryo, Yan, Kusno, Ubed, Said, dan Dandi terkejut ketika seorang guru taat ibadah ditemukan tewas dengan mulut menganga. Salah satu organ dalamnya diambil. Guru itu adalah korban pertama. Setelah itu korban-korban berikutnya pun berjatuhan dengan kondisi yang sama. Ketakutan melanda Desa Rojowali. Dandi yang paling ketakutan karena lokasi jatuhnya korban adalah di lahan kosong dekat kebun kentang miliknya. Polisi sudah dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut tetapi lurah desa itu didesak warga untuk mengambil keputusan lain. "Cepat, cari orang pintar!" ====================== Cover baru dan jangan lupa terus vote cerita Kebun Kentang ini. Selamat membaca. Salam literasi. O_o--b
All Rights Reserved
#782
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembali
  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • Gadis Misterius (PROSES REVISI)
  • Time to Work, Detectives!
  • STIGMATA [complete]
  • Stadiun Berdarah[Tamat]
  • Torii
  • Desa Bunglon (END)
  • XYZ Murder: Theory Y (t̸a̸m̸a̸t̸)
  • THE SECRET
Kembali

Kurasakan hangat mentari menyentuh wajahku, membangunkanku dari tidur di perjalanan yang panjang. Aku sudah tak mempunyai urusan lagi dengan ibukota karena kuliahku telah selesai. Angin sejuk pagi hari masuk dari jendela bus yang sedikit terbuka, membelai rambutku yang tak begitu panjang. Kulihat di sekitarku tak ada orang selain aku dan sopir bus. Sedangkan di luar, pepohonan lebat berusaha menghalangi sinar mentari untuk mengenaiku. "Aku hampir sampai," kataku di dalam hati. Adikku pernah bercerita kalau di desa sudah banyak perubahan menjadi lebih maju. Aku jadi sedikit penasaran seperti apa desa yang kutinggalkan selama empat tahun itu. Ternyata desaku memang berubah, tak hanya pembangunan di mana-mana, namun aku disambut dengan kematian aneh beruntun yang tak diketahui penyebabnya. Pilihan ada di tanganku, apakah aku harus lari, atau aku tetap harus kembali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines