Kebun Kentang

Kebun Kentang

  • WpView
    Reads 72,273
  • WpVote
    Votes 4,314
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 28, 2019
Pak Lurah Naryo, Yan, Kusno, Ubed, Said, dan Dandi terkejut ketika seorang guru taat ibadah ditemukan tewas dengan mulut menganga. Salah satu organ dalamnya diambil. Guru itu adalah korban pertama. Setelah itu korban-korban berikutnya pun berjatuhan dengan kondisi yang sama. Ketakutan melanda Desa Rojowali. Dandi yang paling ketakutan karena lokasi jatuhnya korban adalah di lahan kosong dekat kebun kentang miliknya. Polisi sudah dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut tetapi lurah desa itu didesak warga untuk mengambil keputusan lain. "Cepat, cari orang pintar!" ====================== Cover baru dan jangan lupa terus vote cerita Kebun Kentang ini. Selamat membaca. Salam literasi. O_o--b
All Rights Reserved
#6
occult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bisikan di Malam Hujan
  • Warisan Gandari
  • Desa Bunglon (END)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Ruang tua 12.A  (Tamat)
  • Mayat Tanpa Identitas
  • Torii
  • The Killer [END]
  • BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN)
  • XYZ Murder: Theory Y (t̸a̸m̸a̸t̸)

Sari berjalan pulang sendirian melewati pohon tua setelah berjualan kue di desa tetangga. Hujan deras mengguyur, dan suasana terasa tidak biasa. Di tengah perjalanan, Sari mendengar bisikan yang memanggil namanya dari arah pohon besar. Rasa takut menyergap, tapi dia berusaha mempercepat langkahnya. Pagi harinya, seorang warga desa menemukan tubuh Sari tergantung di pohon tua tersebut. Kejadian ini menggemparkan seluruh desa. Masyarakat segera mengaitkan kematian ini dengan kutukan yang sudah lama dipercayai oleh mereka. Wahyu, seorang jurnalis dari kota, tiba di desa setelah mendengar berita kematian misterius ini. Ia tidak percaya pada mitos atau cerita-cerita kutukan. Dia menemui Bu Ratih, ibu Sari, yang masih dalam keadaan terkejut dan ketakutan. Wahyu berusaha menyelidiki lebih jauh dan bertemu dengan Pak Suman, kepala desa. Pak Suman memperingatkan Wahyu untuk tidak mengganggu keseimbangan desa dengan menyelidiki pohon tersebut, karena menurutnya hal itu bisa membangkitkan kemarahan "roh" yang bersemayam di sana. Wahyu bertemu dengan Sri, sahabat dekat Sari. Sri memberitahu Wahyu bahwa Sari sering kali mendengar suara-suara aneh setiap kali melewati pohon tua saat hujan. Ini membuat Wahyu semakin tertarik untuk menggali lebih dalam, meskipun Sri terlihat ketakutan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines