Shooting star (Stand By Me) End #

Shooting star (Stand By Me) End #

  • WpView
    reads 533
  • WpVote
    Stemmen 62
  • WpPart
    Delen 21
WpMetadataReadCompleet zon, okt. 1, 2017
Saat orang yang kau percaya mengkhianatimu, apa kau masih bisa menerimanya? Membencinya? Atau bahkan kau sangat ingin membunuhnya! _Kei Aku salah karna membuatnya terlibat, tapi semua itu terlambat. Karna kami memang sudah terlanjur terlibat sebelum ini _Taekwoon Balas dendam. Tapi karna itu semua aku membuat adik-adikku terancam bahaya _Wonshik Aku mencintainya melebihi diriku sendiri, aku rela mati demi dirinya. Bahkan jika harus menghabisi semua orang terdekatnya aku akan melakukannya asalkan tidak ada lagi yang menghalangiku mendapatkannya_ Jaehwan
Alle rechten voorbehouden
#95
btob
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • It's Always Been You✔️
  • One Last Smile |  Kth+jjk
  • a Love for Revenge
  • Love Between Revenge (DaeJae)
  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • MY SURVIVAL STORY - SUNGWONJAKE
  • THE SWEET BROTHER CRAZY (EXOxEND)
  • starlight (kim wonshik)
  • Our Love [VIXX Hongbin FF]
  • Biantara | Lee Jeno

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen