Undestiny Heart|Kikyo ff

Undestiny Heart|Kikyo ff

  • WpView
    Reads 1,372
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 4, 2018
WpInfo
Fanfic
Hyekyo menatap Joongki lamat-lamat,merasa hatinya teremas kembali. Joongki masih menatapnya dingin,lalu menghela nafas. "J-joongki" lirih Hyekyo berusaha menetralkan suaranya menahan getaran di dadanya yang seperti hendak membludak. Joongki masih menatap nya tanpa ekspresi, lalu menghela nafas. Hyekyo masih berusaha menampilkan senyuman manis nya. "Kau tahu kita sudah menjalani ini dua tahun, lalu apa k-kau benar-benar sudah tidak mempunyai perasaan 'itu' padaku?" tanya Hyekyo. Joongki membalas tatapan Hyekyo,bola mata Hyekyo tidak dapat menyembunyikan kepedihan nya selama dua tahun ini. Ia menggeleng pelan. Hyekyo mengangguk,lalu tersenyum tipis.Ia menarik nafas panjang lalu menengadahkan kepalanya menatap langit malam yang bertaburan bintang dengan mata berkaca-kaca. "Jadi,semuanya berakhir di sini ya?." lirihnya suara nya mulai bergetar. Berarti semua yang ia lakukan selama ini sia-sia? Apapun yang dia lakukan tidak pernah 'lagi' membekas di hati pria itu? "Kau tahu,aku mulai... mencintai wanita lain." *** "Bukan seberapa lama aku menunggu tapi seberapa lama kau datang. Aku bisa menunggu lama tapi, apakah kau akan benar-benar kembali datang?." *** Song Joongki & Song Hyekyo Fanfiction Writters : Ge
All Rights Reserved
#7
hyekyo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Love Story
  • The Unseen
  • Parfum
  • FriendZone 2 ✔
  • This Heart (MONSTWICE)
  • I Just Love Her NOT You!
  • My Little Monster - Completed

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines