Conscience
  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang suara hati yang bisa diungkapkan dengan tulisan, kegelisahan, cinta, dan air mata. Pemikiran-pemikiran yang sederhana dan bersifat privasi Ketika lidah tidak lagi mampu untuk mengucapkan., disitulah pemikiran itu datang Ferdinan, ia berbeda dari yang lain. Dia memiliki suatu kemampuan yang jarang ditemui banyak orang. Ia bisa mendengar semua suara hati orang disekitarnya Namun suatu kali, ia tidak bertemu dengan sesorang yang tidak bisa ia dengar suara hatinya. Dia adalah seorang perempuan yang tidak cukup terkenal di sekolah. Namanya Fanin, seorang gadis yang membuat Dinan bingung. Telah ia lakukan beberapa cara agar bisa mendengar isi hatinya, sayangnya tidak mempan juga. "Kamu tau ga, apa yang aku harapin sekarang apa?" tanya Dinan sambil berbaring di atas kaki Fanin "Gatau lah" "Aku berharap kamu bisa denger suara aku. Suara yang hanya berisi kata-kata tentang rinduku kepada mu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • A Hard Love
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Friendship Goals
  • Erlangga
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines