You Are My Destiny

You Are My Destiny

  • WpView
    Reads 73,499
  • WpVote
    Votes 2,947
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
#431 IN ROMANCE - 27 DESEMBER 2017 #380 IN ROMANCE - 2 JANUARI 2018 Arthur Revano Lincoln, Seorang Dokter muda sekaligus pemilik Rumah Sakit keluarga Lincoln. Siapa sangka, dibalik ketampanannya tersimpan kisah cinta yang amat menyedihkan pada masa lalunya. Bahkan ia sampai menyebut dirinya sendiri sebagai pembunuh karena telah gagal menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya. Sampai pada akhirnya, ia menemukan seseorang yang baru. Tapi kebahagiaan itupun tak bertahan lama, karena apa yang dilewati nya kali ini lebih berat. Arthur hampir kehilangan 'nya' lagi.
All Rights Reserved
#241
medical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Ketuk Pintu Dulu !
  • Hospital Love ✔
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • The Pure Love
  • Everything Has Changed (Completed)
  • I Really Love You (Tersedia Versi Cetak)
  • My Devil Doctor ✓
  • [2] After You're Gone [END]

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines