Mea Culpa

Mea Culpa

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 13, 2017
Aku percaya akan adanya Tuhan, dan Maha kuasa yang ia miliki, banyak hal yang kulewati, baik atau buruk. Tidak ada kata 'menyerah'. Hidup akan berjalan. Tidak perduli makhluk-nya lelah. Tak perduli beribuan air mata keluar dari kelopak makhluk-nya. Dan aku percaya Tuhan tidak pernah tidur. Ia mengetahui semuanya, lebih dari apapun. Bahkan sepersekian detik kedepan takdir makhluk ciptaan-nya telah dirancang oleh-nya. Dan 18th hidupku dijungkirbalik-nya, entah kapan hadiah dari semua rasa sakit ini tiba Aku wanita dipersimpangan jalan. Aku hanya akan terus berjalan tak tertuju sampai menemukan tujuan. Tak perduli ketika harus melewati lubang besar, salah arah, atau bahkan jalan buntut. Yang kulakukan hanya terus berjalan. Memutar arah atau jalan mundur. Tidak perduli kerikil yang membuatku sakit, aspal yang tidak rata, bahkan kadang harus menemukan pecahan kaca menuncap dibawah sana, melukai diriku. Resiko apapun yang menimpaku, aku akan terus berjalan. Hanya itu yang kutahu. Sampai aku tak bisa berdiri dengan kaki-kakiku. - Annora Cathlin Blythe -
All Rights Reserved
#721
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  •  ANATHA
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • CLOSER
  • I'm okay (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AURORA
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Full Of Scratches

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines