Amandla Brianna

Amandla Brianna

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 9, 2017
Menjadi anak yatim piatu tidaklah mudah, kadang aku merasa rindu ingin bertemu dengan kedua orang tuaku yang sudah lama tidak berada disisi ku. Oleh karena itu, Saat ini kakek adalah satu satunya yang ku punya. Ada banyak pertanyaan yang menghantui fikiranku tentang ayah dan ibu yang terlalu cepat pergi meninggalkanku. Sebab, kata kakek sejak aku masih kecil, orang tuaku meninggal dunia akibat sebuah insiden kecelakaan yang sangat besar hingga akhirnya merenggut nyawa mereka. Saat itu usiaku masih 3 tahun. Rasanya aku tidak dapat membendung air mata kesedihan jika setiap kali aku mengingat tentang ayah dan ibu.Nenek?? Hmm, beliau sudah lama meninggal sebelum aku dilahirkan. Jika kalian ingin mengetahui kisahku lebih lanjut, aku tidak akan melarang kalian untuk membacanya. Kuharap setelah kalian membaca ini kalian lebih mengenal akan arti sebuah kehidupan. Mengapa?Karena kakek selalu mengajarkanku tentang bagaimana caranya untuk menciptakan berbagai macam kebahagiaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • PENANTIAN CINTA
  • A R S E A N A
  • Sehari Untuk Selamanya
  • Tentang Kota Ini
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • DEAR'; nct
  • KELUARGA FATAMORGANA (SLOW UPDATE)
  • sraddah (on going)
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines