Amandla Brianna

Amandla Brianna

  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 9, 2017
Menjadi anak yatim piatu tidaklah mudah, kadang aku merasa rindu ingin bertemu dengan kedua orang tuaku yang sudah lama tidak berada disisi ku. Oleh karena itu, Saat ini kakek adalah satu satunya yang ku punya. Ada banyak pertanyaan yang menghantui fikiranku tentang ayah dan ibu yang terlalu cepat pergi meninggalkanku. Sebab, kata kakek sejak aku masih kecil, orang tuaku meninggal dunia akibat sebuah insiden kecelakaan yang sangat besar hingga akhirnya merenggut nyawa mereka. Saat itu usiaku masih 3 tahun. Rasanya aku tidak dapat membendung air mata kesedihan jika setiap kali aku mengingat tentang ayah dan ibu.Nenek?? Hmm, beliau sudah lama meninggal sebelum aku dilahirkan. Jika kalian ingin mengetahui kisahku lebih lanjut, aku tidak akan melarang kalian untuk membacanya. Kuharap setelah kalian membaca ini kalian lebih mengenal akan arti sebuah kehidupan. Mengapa?Karena kakek selalu mengajarkanku tentang bagaimana caranya untuk menciptakan berbagai macam kebahagiaan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • sraddah (on going)
  • When A Son Lives without Father
  • Tentang Kota Ini
  • A R S E A N A
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • KELUARGA FATAMORGANA (SLOW UPDATE)
  • Tiga Puluh Hari Tanpamu
  • Hai, Kak! (END)
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido