Pelangi Tak Kasat Mata

Pelangi Tak Kasat Mata

  • WpView
    Reads 542
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 1, 2017
Mari bertemu dalam sujud, do'a, dan tangis di malam hari. Di mana ada kamu di situ di dalam do'aku. Kamu menggantikan dia yang lalu dan memperbaharuinya dengan cara sederhana, sesederhana tatapan itu. -ikhwan? Menanti Sang Pemilik Hati menetapkan pertemuan indah yang sulit dimengerti. Apakah akan terwujud dalam kenangan yang sangat indah? Dalam penantian panjang dan dengan diiringi Panggilan dari Rabb-ku, aku menemukanmu dalam ketaatan dan hati yang menggebu-gebu ingin bertemu. Sujudku, do'aku selalu teringat tentangmu. Bisakah kita bertemu? Misteri lama yang sulit terungkap padahal cinta itu hadir dalam hari hari kita bersama hati. -S Aku bukan dia, dan dia bukan aku. Kita semua memiliki Masa lalu. Entah itu baik atau buruk. Intinya bisa kah kita membangun Masa depan bersama?
All Rights Reserved
#79
rasulullah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIA YANG KU SIMPAN DALAM DOA
  • senja di matamu
  • [4] Cinta & Benci 2
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Cinta Dalam Iman
  • ALIF (TERBIT)
  • Cintaku Serumit Itu
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • Pria As-Syams(END)✅
  • Back To You

Prolog - Dia yang Kusimpan dalam Doa Bertemu seseorang dari dunia maya-dari ruang yang tak berbentuk, tanpa suara, tanpa tatap mata-siapa sangka bisa membawaku sejauh ini? Aku pikir awalnya hanya pertemanan singkat. Tapi ternyata, di balik percakapan yang sederhana, aku menemukan seseorang yang diam-diam menumbuhkan harapan. Bukan karena rayuan atau gombalan, tapi karena caranya menjaga. Karena sikapnya yang penuh iman dan ketulusan. Namanya Handrian. Pertemuan kami bukan di dunia nyata. Tapi perasaan ini... nyata. Sangat nyata. Dia mengajarkanku bahwa cinta tidak selalu harus memiliki status. Tidak semua cinta harus diumbar. Kadang, cinta yang paling murni adalah yang disimpan rapi dalam doa, bukan diumbar dalam genggaman. Aku belajar mencintai tanpa melanggar batas. Belajar menahan diri, bukan karena tak mampu, tapi karena ingin cinta ini diridhai oleh Tuhan. Tapi di tengah perjalanan yang begitu indah, aku harus menerima kenyataan: dia pergi. Bukan karena memilih meninggalkan, tapi karena harus menunaikan tanggung jawabnya-melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Dan sejak saat itu, aku menyimpan dia dalam doa. Tak ada kabar, tak ada pesan. Hanya kenangan, dan harapan yang kutitipkan pada Tuhan. Karena aku percaya, jika dia memang takdirku... maka sebesar apapun jaraknya, Allah akan kembalikan dia padaku. Dengan cara yang paling indah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines