My BAD Saviour

My BAD Saviour

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Grace Celestia Widjaya, seorang gadis culun yang tersembunyi di antara bayang-bayang keluargaku yang kaya raya. Dari luar, hidupku tampak sempurna-tapi mereka tak pernah tahu betapa rapuhnya aku di dalam-betapa inginnya aku menjadi seorang gadis normal yang bebas dari ekspektasi. Pada hari dimana aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, seorang lelaki yang tak pernah kutemui sebelumnya menarikku dari jembatan-wajah dingin dan nada bicara yang kasar, namun entah bagaimana takdir berjalan, dialah yang menghentikan tindakan bodohku. Aku tak pernah tahu siapa dia, dan dia menghilang begitu saja. Setahun berlalu, aku berubah. Aku lebih kuat, lebih percaya diri, dan menjadi gadis yang diidolakan semua orang. Namun, ketika seorang murid baru tiba di sekolahku, sorot matanya yang tajam menggugah kenangan bodoh yang ingin kulupakan. Dan yang lebih mengejutkan, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah, "Kamu... bocah dungu yang ingin lompat dari jembatan?" Saat itulah aku tahu-takdir akan senantiasa bermain-main denganku. Mungkin, ini baru saja permulaan dari kisah yang tak terduga.
All Rights Reserved
#897
siswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • BROKEN HEART [END]
  • The Secret Behind You
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • 💞Takdir Cinta💞
  • My possesive boyfriend
  • playlist (completed)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines