Story cover for Orang Asing by IbnZubair
Orang Asing
  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jun 07, 2017
Tak 'kan lah berada di dunia ini selamanya. Pasti ada episode di mana ada pertemuan, dan gerbang terakhir yang akan menunggunya adalah perpisahan. Dan pada sesi yang ini, akan banyak orang yang tidak suka dan tidak mengharapkan yang namanya Perpisahan ini. 

  LPM, Laskar Pemuda Muslim yang terbentuk secara naluriah dari berbagai perasaan anggotanya yang saling mencintai karena Allah. Selalu ingin berdekatan karena Allah. Saling menasehati kebaikan karena Allah. Berkumpul karena Allah, pun kala berpisah karena Allah. 

  Semoga, sekiranya berkenan, mudah-mudahan teman-teman sekalian dapat terketuk dan tergerak hatinya, agar ketika tiba episode Perpisahan itu, dapat menyikapinya dengan bijak. 

  Demikian, selamat membaca dan mohon nasehat serta kritikannya, maklum hhe, pemula. Amatir. 

                               -  Hasan Al Wanarijy -
All Rights Reserved
Sign up to add Orang Asing to your library and receive updates
or
#342alquran
Content Guidelines
You may also like
Romansa Mayor [ TERBIT ] by Hfhniaaa
23 parts Ongoing
JUDUL SEBELUMNYA : FIGHTING STEP ⚠ CERITA INI HANYA BERSIFAT FIKSI ⚠ SPIRITUAL - ROMANCE ❗PERINGATAN❗ SIAPKAN HATI KALIAN!!! CERITA INI BANYAK MENGURAS EMOSI DAN AIR MATA!!! "Kamu bagaikan bidadari surga yang layak untuk diperjuangkan" _________________________ Ternyata memang benar, pertemuan pertama memang memberikan sebuah kesan yang berbeda. Begitu juga dengan Fatih. Pertemuan antara dia dengan seorang pengajar muda itu, ternyata menjadi awal kisah cintanya. Ditambah lagi dengan adanya sebuah perjanjian yang membuat hubungan mereka semakin dekat. Bagaimana akhir kisah cintanya? Akankah mereka bersama dalam sebuah ikatan halal? ••• "Kamu tahu langit dan bumi? Mereka tak akan pernah bisa bersama. Begitu juga dengan aku dan kamu, tak akan pernah bisa bersatu. Karena apa? Kita berbeda" ~ Salma Nazeefa Tsurayya "Izinkan saya untuk berjuang. Hingga waktu itu tiba, berikan saya jawabannya" ~ Fatih Mahesta Wiratama ••• 🚫DILARANG PLAGIAT🚫 Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan!!! Ambil manfaatnya buang mudharatnya (keburukannya) ! TESTIMONI : "Suka, Kak. Menghadirkan nasionalisme di hati❤" ~ @SriWahyuni369717 { Writer's } "Untuk pendapat.. udah pasti bagus ^^ feelnya sama seperti cerita-cerita sebelumnya, dapet.Tata bahasanya juga Masya Allah, sangat bagus. Tidak berbelit-belit.. " ~ @AlifahRa_ { Writer's } "Semua karya kamu bagus-bagus. Tentang militer itu favorit saya banget. Kayaknya yang ini lebih menantang ya. Dari awalan sampai chapter terakhir yang saya baca ini sukses bikin saya greget gitu.. Kata-katanya juga mudah dipahami. Perfect lah. Terus berkarya, semangaaaaaat -!!! " ~ @Zaa_Maharanii { Writer's } "Bagus ceritanya kk MasyaAllah... Dapet banget sampe kebawa emosi, mellow, seneng gitu ya Allah... Kayak cerita real beneran kk. Semangat berkarya kk : ) " ~ @alpukatgemoi { Reader's } © Copyright October 2021
Badgirl Masuk Pesantren (END) by nurulstyansh
51 parts Complete
[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami
You may also like
Slide 1 of 10
Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ] cover
Tuhan Cinta Kita cover
Romansa Mayor [ TERBIT ] cover
Malik's ☑️ cover
Ustadz Pribadi (End) cover
SENJA UNTUK ALESHA  cover
DIAM DAN RASA [END]✓ cover
Badgirl Masuk Pesantren (END) cover
Skenario Allah✔[End] cover
Azhaaral Sabr (Bunga-bunga Kesabaran) cover

Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]

34 parts Complete

Bisakah kau bayangkan daun yang layu bertahan pada ranting yang lemah dan disapa cuaca tak ramah? Aku wanita penuh dengan luka. Sudah berapa kali aku bilang, jangan singgah jika hanya untuk bermain-main. Aku sudah tau rasanya kehilangan. Jadi tak perlu kamu ajarkan lagi. Kehilangan, ditinggalkan, bahkan meninggalkan sudah aku lalui. -Fatimah Azkandriya Milaikha- Maafkan aku yang telah datang lalu pergi. Maafkan aku yang telah berjanji walau akhirnya mengingkari. Perihal aku datang lalu mengetuk dan pergi tanpa pamit bagian dari rasa yang tak bisa kuceritakan padamu. -Mohammad Ali Al-Habib- Banyak orang yang menangisi masa lalunya, namun aku tak mempersalahkan itu. Bagiku kamu masa depanku. Mari kita perbaiki hari ini sebelum ia menjadi masa lalu. Hijrah bersamamu menuju surga-Nya. -Ghalli Abdullah Rasyid-