Sonagi🍀

Sonagi🍀

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 14, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Laki-laki itu sangat cerdas, tampan, dan sangat cocok untuk dijadikan pangeran dalam dunia khayalan Arin. Arin sangat mengaguminya. Sudah genius , face genius, dan pintar fisika pula. Paket lengkap untuk wanita seperti Arin yang sangat mendambakan pria cerdas, bukan? Harusnya Arin tidak usah sungkan untuk mendekat dan menjadikannya pacar. Harusnya Arin tidak perlu berpikir ulang untuk dekat dengan laki-laki itu. Harusnya.. Warning!! - Bahasa tidak baku
All Rights Reserved
#727
teenlite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Uwu! [TAMAT]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Eliinaa
  • Broken Hearted Partner (COMPLETED)
  • Young Marriage
  • TLS [2] : Crescendo ✔
  • We Can't Be Friends
  • coward
  • Teenfictale #1: Prince Charming Next Room

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines