Tasse de Thé

Tasse de Thé

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Asapnya mengebul di udara. Ku hirup aromanya perlahan. Mengingatkan ku tentang sesuatu. Sesuatu yang amat menyakitkan. Haruskah aku kembali?? Tentang mengkhiati dan dikhianati cinta. Tentang berjuang hidup diantaranya. Ku teguk cairan itu, kehangatannya mendesir di dalam darahku. Bagai kekuatan yang menjelma dalam setiap sel tubuhku. Tesse de Thé, (Secangkir Teh)
All Rights Reserved
#171
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • AZALEA
  • TAK BERSAMBUT
  • Satu Shaf di Belakang Mu [Squel IUM]
  • It's So Hurtful [END]
  • Mahligai Sunyi
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Benalu [Terbit]
  • My Lovely Cactus | #MC_sekuel
  • Addawaul Qalbi [END]

[ isi konten telah dihapus kecuali prolog dan chapter 1-3 ]. Seperti teh, yang membuat tubuh rileks dalam memulai hari, ia tetap tampil anggun meski sejatinya terasa pahit. Nona Teh sesungguhnya adalah wanita karier berusia matang. Dianggap berhasil dalam banyak hal kecuali pernikahan. Tidak ada tuntutan menikah dari orang tua, hanya pandangan miring yang diterimanya dari orang awam. Aku mendoakan agar kekosongan hatinya diisi seseorang. Tapi Tuhan belum mengabulkan doaku hingga enam tahun kemudian. Seperti kopi, yang membantu tubuh tetap terjaga, ia juga menyimpan kegetiran yang pekat jika diminum tanpa gula. Tuan Kopi sejatinya adalah pria mapan yang belum menikah bukan karena takut berkomitmen, tapi karena sekotak masa lalu hitam di belakang yang mencakar benak tiap ia terbangun dari mimpi buruk. Aku berdoa agar ia dipertemukan dengan Nona Teh. Tapi aku telat menyadari bahwa Tuhan memiliki cara sendiri dalam mempertemukan dua orang yang Dia kehendaki. Karena kadang, manusia menilai hanya dari apa yang tampak di mata. Tanpa menyelami hakikat dari realita yang sebenarnya. Copyright © 2014 by Crowdstroia on Wattpad WARNING: cerita ini sudah dikirim ke penerbit. Thanks buat @Fiavhia yang nyumbang kata di blurb ini dan @Nikenayu30 yg udah bantu kasih saran buat bikin blurb-nya :D

More details
WpActionLinkContent Guidelines