Tasse de Thé

Tasse de Thé

  • WpView
    MGA BUMASA 102
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Jun 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Asapnya mengebul di udara. Ku hirup aromanya perlahan. Mengingatkan ku tentang sesuatu. Sesuatu yang amat menyakitkan. Haruskah aku kembali?? Tentang mengkhiati dan dikhianati cinta. Tentang berjuang hidup diantaranya. Ku teguk cairan itu, kehangatannya mendesir di dalam darahku. Bagai kekuatan yang menjelma dalam setiap sel tubuhku. Tesse de Thé, (Secangkir Teh)
All Rights Reserved
#31
tea
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Benalu [Terbit]
  • It's So Hurtful [END]
  • Tafsir Cinta Keshwari
  • AZALEA
  • TAK BERSAMBUT
  • Mahligai Sunyi
  • Puzzle [#1 Last Romeo Series] (SUDAH TERBIT)
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • SUNSHINE

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman