Kamuflase

Kamuflase

  • WpView
    Odsłon 77
  • WpVote
    Głosy 7
  • WpPart
    Części 2
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lis 21, 2017
Aira, Dia gak pernah percaya bahagia itu nyata. Sampai ada seseorang yang mampu memberikan arti itu baginya. Aira, Sebelumnya, dia selalu bersembunyi dibalik topengnya yang dingin dan kelam. Mencoba menarik diri dari dunia luar. Sampai akhirnya dia mampu menjadi dirinya sendiri hanya dihadapan seseorang yang begitu berarti baginya. Tapi, ada satu hal yang mengembalikan Aira pada dunia kelamnya setelah ia mencoba menerima pelangi. Hal yang selalu ia takutkan. Ternyata menjelma menjadi nyata.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#2
bigben
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • ABIAN HALA
  • Aderaga [ON GOING]
  • Halaqah Rasa
  • Hiraeth'n
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • Still You [END]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • FRAIL
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • My Heart

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści