Story cover for Senja dan Langitnya by belumkepikiran
Senja dan Langitnya
  • WpView
    MGA BUMASA 1,272
  • WpVote
    Mga Boto 53
  • WpPart
    Mga Parte 8
  • WpView
    MGA BUMASA 1,272
  • WpVote
    Mga Boto 53
  • WpPart
    Mga Parte 8
Kumpleto, Unang na-publish Jun 08, 2017
Di balik senja yang menggemaskan, ada rasa yang tersirat. Rasa tidak karuan. Rasa yang belum tersampaikan. 

Dalam hidup ini pasti akan ada yang datang dan pergi. Akan ada yang datang membawa angan atau bahkan pergi meninggalkan sayatan. Dan dia, dia punya peran. Entah tinggal dalam harapan, atau hilang bersama kenangan.

"Senja memang indah, tapi kamu, jauh lebih indah dari hanya sekedar senja. Dan aku amat menyukai senja, tapi kamu, lebih dari hanya sekedar aku sukai." - Aro.

"Saat hujan terus-menerus turun, akan terjadi genangan air di tanah tempat kau berdiri. Atau saat aku melihat langit, mungkin leherku akan terasa nyeri. Apakah saat aku terus-menerus mencoba berjuang bersamamu, akan ada genangan cinta dan luka di hatiku?" - Tasya.

Atas nama senja aku sampaikan. Untuk seseorang yang pernah memperjuangkan, dari seseorang yang diperjuangkan.

Aku Senja, ruang teduhmu dari masa depan.
All Rights Reserved
Sign up to add Senja dan Langitnya to your library and receive updates
o
#658senja
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
Diary [COMPLETED] cover
Geanna[Lengkap] cover
Senja yang Tak Usai cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
Senja dan Jingga  cover
Langit Senja (End) cover
SENJA JINGGA cover
Langit. cover
Aspettare cover

LANGIT JINGGA (TAMAT)

59 mga parte Kumpleto

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"