JUNGKIR BALIK

JUNGKIR BALIK

  • WpView
    Leituras 129
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadEm andamento56m
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, nov 21, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Semuanya berjalan baik-baik saja. Sungguh. Pertemuannya di media sosial hanya berawal dari keisengan semata. Sampai suatu masa, ia memutuskan untuk bertemu dan bertatap muka. Namun, kenyataan pahit malah dihadapkan padanya. Semua yang dipercayainya ternyata tak seperti kelihatannya. Laki-laki itu brengsek. Berkata ini-itu dan mengacaukan ingatan manisnya. Juga berkata bahwa ia ... hanyalah seorang gadis sakit jiwa yang butuh bantuannya. Dan perlahan, seiring waktu, kenyataan lain mulai terkuak. Penyakit delusi yang dideritanya ... ingatan laki-laki itu yang separuh hilang ... semuanya tercampur dalam masa lalu kelam yang nyaris berakar sama. Pada akhirnya, bisakah keduanya menyelesaikan masa lalu dan menjungkir-balikkan waktu? Atau malah sang waktu yang akan menjungkir-balikkan kehidupan keduanya? -Anriza G.
Todos os Direitos Reservados
#959
misteri
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Putih abu-abu
  • SECRET
  • Aku Yang Salah [EDITING]
  • Pelangi Setelah Hujan
  • BENAR UNTUKMU [C]

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo