Penantian Berharga

Penantian Berharga

  • WpView
    Reads 17,779
  • WpVote
    Votes 665
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Menunggu hal yang tidak pasti adalah keahlian ku. Pergilah dan aku akan tetap menunggu mu."Amanda untuk Nichol "Aku tidak akan pergi aku hanya istirahat dengan semua masalah kita"Nichol untuk Amanda "Terima kasih pernah ada dan selalu ada" Iqbal dan Caitlin "Terima kasih pernah ada lalu tiada"Audi untuk Rayn "MAAF, hanya kata itu yang bisa aku katakan" Rayn untuk Audi "Maaf sudah membuat mu menunggu lama. Aku hanya takut untuk merasakan sakit yang keduakalinya. Jangan pergi karena aku mencintaimu"Gege untuk Aldy "Aku sudah lama berhenti bahkan sebelum kau sadar bahwa aku benar2 tulus sayang dan cinta tapi semua itu kau sia2kan. Terima kasih sudah mengajarkan aku apa arti menuggu dan berjuang sesungguhnya"Aldy untuk Gege
All Rights Reserved
#11
amanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • Limerence
  • save me
  • Inside You
  • Don't Worry,I'm Fine!
  • ALSTARAN [END]
  • The Forbidden Choice (END)
  • True Love?
  • Empty
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines