Penantian Berharga

Penantian Berharga

  • WpView
    Reads 17,771
  • WpVote
    Votes 665
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 28, 2019
"Menunggu hal yang tidak pasti adalah keahlian ku. Pergilah dan aku akan tetap menunggu mu."Amanda untuk Nichol "Aku tidak akan pergi aku hanya istirahat dengan semua masalah kita"Nichol untuk Amanda "Terima kasih pernah ada dan selalu ada" Iqbal dan Caitlin "Terima kasih pernah ada lalu tiada"Audi untuk Rayn "MAAF, hanya kata itu yang bisa aku katakan" Rayn untuk Audi "Maaf sudah membuat mu menunggu lama. Aku hanya takut untuk merasakan sakit yang keduakalinya. Jangan pergi karena aku mencintaimu"Gege untuk Aldy "Aku sudah lama berhenti bahkan sebelum kau sadar bahwa aku benar2 tulus sayang dan cinta tapi semua itu kau sia2kan. Terima kasih sudah mengajarkan aku apa arti menuggu dan berjuang sesungguhnya"Aldy untuk Gege
All Rights Reserved
#29
amanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • HALOALKANA
  • Maaf' (Revisi)
  • Don't Worry,I'm Fine!
  • Limerence
  • The Forbidden Choice (END)
  • Kekasih Pilihan
  • True Love?
  • save me

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines