Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Vanilla
  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 25, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku tak pernah terbayang sebelumnya, aku hanya sedang melihat sang surya tenggelam di ufuk barat diatas sebuah rooftop. Tidak ada yang spesial bukan, tapi setiap detik yang aku lihat kali ini tak akan pernah terlupakan dalam hidupku. Aku bisa melihat keindahan yang sebanding dengan sebuah bola emas raksasa di batas cakrawala. "Indah bukan?, Nilla" katanya sembari menunjuk kearah barat. Kepada siapa kau tujukan kata itu, seseorang yang kau sebut itu tidak ada disini. Andai kau tau itu bukanlah nama seseorang yang sedang kau ajak bicara sekarang. Tapi pandanganku masih mengarah padanya. Senyuman sehangat matahari itu, aku sangat bersyukur bisa melihatnya dibalik terpaan cahaya senja. "Iya kau benar, sangat indah." jawabku. Aku tidak memperdulikan lagi dengan apa yang ada di depanku. Saat ini aku sudah melihat sesuatu yang berkali lipat lebih Indah. Apakah kau tau, Revan? Ketika aku melihat senyumanmu, sunset bahkan tidak ada apa-apanya. ---Vanilla --- @copyright2017 by Trinard
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Semu [Completed]
  • Lonely Tomorrow
  • Keano
  • Strong Girl Michella (END)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • DEAR ANNETHA
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • FIZYA
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan