After I Fall

After I Fall

  • WpView
    Reads 1,613
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 24, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Haikal Pratama Cowok dingin yang menjadi idaman di sekolah. Banyak yang tergila gila kepada ketampanannya. Cowok cuek yang menjadi idaman itu selalu terlihat maco, elegan dan berpenampilan menarik itu sangat lah begitu berbeda dari yang lain nya. sehingga banyak wanita yang mengaguminya. Cowo beralis tebal dengan nama panggilan haikal itu tidak akan mau untuk mencintai wanita. karena telah merasa di sakiti wanita. haikal memutuskan untuk membuat janji pada dirinya sendiri dengan tidak akan mau mencintai wanita lagi. Wanita itu bernama clarissa. Hingga akhirnya, dia menemukan satu perempuan dengan nama panggilan prill. Haikal merasa dunia nya telah tumbuh kembali namun di satu sisi clarissa masih menginginkan nya. Apakah haikal akan mengingkari janjinya itu atau tetap terkurung dalam janjinya? Atau sikap dingin nya itu akan tetap beku Atau malah mencair ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Dilangit Senja
  • Cookies Love
  • Si Cuek & Si Manis [END]
  • Belatedly Love You 1 & 2
  • Arsyilazka
  • Cute Girl Is My Love
  • Beautiful Disaster
  • Lean On Me [END]
  • Froid Boy
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)

"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines