PANTASKAH KAU KUPANGGIL AYAH

PANTASKAH KAU KUPANGGIL AYAH

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 11, 2017
dunia ini kita memiliki seorang ibu dengan kasih sayangnya sepanjang masa & kita juga memiliki seorang ayah dengan kasih sayang yang tiada batas. Ayah adalah satu-satunya sosok pria hebat di dunia ini. Tanpanya kita tidak mungkin menjadi seperti ini. Ayah adalah orang yang selalu memperjuangkan anak dan keluarganya. Ia rela bekerja banting tulang untuk memenuhi semua kebutuhan anaknya. Meskipun rasa lelah menghampirinya tetapi ia tidak pernah menghiraukannya. Baginya kebahagiaan anak dan keluarganya adalah prioritas utama. Untuk itulah ia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri... Namun, bagaimana jika ia hanya memikirkan dirinya sendiri??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibawah Naungan Cinta
  • PENDAR CINTA AYAH ( Sudah terbit)
  • Pacar Halusinasi Ochi [SELESAI]
  • Waktu?
  • Pelukan Untuk Aira
  • Destiny To Be YOURS
  • Toxic Relantionship
  • FARESTA [END]
  • Sorry I Forget You [OkaJima]

Alex, lelaki hebat yang lahir dari kesederhanaan. Mampu menjadi teladan yang baik untuk orang-orang terdekatnya. Hidup serba kekurangan, tidak pernah membuatnya mengeluh, atau bahkan tidak terima dengan takdir yang Tuhan berikan kepadanya. Jauh dari itu, semua keterbatasan hidupnya dijadikan sebagai pedoman hidupnya. Bagaimana arti menghargai orang lain, menjaga perasaannya. Semua rasa sesak dalam hatinya, dipeluk erat-erat. dihilangkan dengan kesibukan-kesibukan. Menjadikan waktu sebagai penawar, atau bahkan obat pilu hatinya. Semuanya berkat ibu, yang tidak pernah berkecil hati. Dengan keterbatasan hidup yang dimilikinya. Ibu tidak pernah menyerah, bekerja banting tulang untuk pendidikan Alex, hingga menjadi pribadi yang tulus, serta hebat dalam mengabdikan dirinya kepada Negara. Sekali lagi, semuanya hanya lahir dari hati yang tulus, ketulusan itu sendiri. Cinta tidak akan kemana, di belahan dunia manapun, terlupakan sekalipun. Semuanya akan baik-baik saja, akan bersama bila tiba waktunya. Tidak perlu di pikir hingga rumit, membuang air mata karena menangisinya. Sungguh tidak perlu, cinta itu sendiri yang akan menemukan kita. Kapanpun, bila waktu itu telah benar-benar tepat untuk kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines