DELUSI

DELUSI

  • WpView
    Reads 385
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 11, 2017
"Kenapa harus ada yang namanya perpisahan?" Tanyaku membuka suara. "Perpisahan itu memang harus ada, kalau enggak manusia mungkin aja sama sekali gak menghargai yang namanya kebersamaan, dan dengan perpisahan juga mengajarkan pada kita bahwa sangat baik bila kita menghargai waktu dan juga mempelajari tentang arti merelakan." Jelasnya panjang. Aku menyukai Andra, dia selalu bisa menjawab apa yang kutanyakan, mulai dari rumus phytagoras, trigonometri maupun hal-hal mengenai hidup. Caranya menjelaskan dengan tenang dan santai selalu membuatku berkali-kali jatuh pada sosok yang sama; yaitu dia. Copyright by mitanz
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel)
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines