Mencintamu Dalam Do'a

Mencintamu Dalam Do'a

  • WpView
    Reads 1,870
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 11, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Saat pernikahan berlangsung tanpa adanya ta'aruf bahkan bertemu saja belum pernah. Dan lagi tanpa adanya cinta Mungkinkah bisa bahagia ? "Apa kamu tidak Ridha menikahiku ?" ... Bisakah pernikahan seperti ini baahagia ? Atau malah membawa derita. "Saat kau sebut namaku dalam ijab qobul disitulah kuserahkan semuanya untuk mu terlebih seluruh hatiku" ... "Sedang aku terus menanti dan menanti kamu menerima ku di hatimu, menguntai setiap do'a agar Allah mau menghadiahkan cintamu seutuhnya untuk ku, tapi apa yang ku dapat ? Tetap namanya yang terpatri di hatimu, walau aku kini masih bernafas dihadapanmu tetap namanya yang selalu kamu genggam. Sabar ku seolah menemui jalan buntu" Andai kamu tahu. Aku mencintamu dalam setiap do'a yang kupanjatkan pada-Nya
All Rights Reserved
#93
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Tunggu Aku Syahla
  • PACAR HALAL
  •        MAHABBAH
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Rendra & Lila [END]
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku

".....Vania ini orangnya ngeyel-super ngeyel, emosian, tengil, galak, keras kepala, padahal aslinya cengeng dan manja....." Vania membeliak mendengarkan penjelasan Devan, dapat dilihat dari raut wajah dan matanya bahwa laki-laki itu menyeringai sombong membanggakan dirinya sendiri karena tepat menjawab pertanyaan Vania. "Cowok gendeng!" Devan mencondongkan telinganya untuk memastikan apa yang Vania ucapkan barusan. "tuli ya?" cibir Vania. Devan menghela napas, "bagaimana? ada yang ditanyakan lagi, atau kamu mau tahu tentang saya?" tanya laki-laki itu antusias. "Nggak penting!" jawab Vania ketus sambil mengibaskan tangan. . . . Menjadi laki-laki baik, sabar, dan sholeh mungkin tidaklah cukup bagi Devan, tepatnya Devandra Aditya Pramana untuk meluluhkan hati seorang perempuan yang keras kepala. Bahkan sebuah pernikahan pun tidak mampu membuat perempuan bernama Vania Ardan Prayogi itu berubah menjadi lembut dan mencintainya, tapi justru sebaliknya. #Story by: vhe_ya #Cover by: dhen.indra NB: ada beberapa part yang saya privat. Jadi kalau mau baca full, follow dulu yakk.. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines