Story cover for Tsa [On Going] by Cakiyonian
Tsa [On Going]
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 11, 2017
Dua pemuda Indonesia yang berasal dari kota pempek, Palembang yang berhasil mendapatkan beaasiswa di salah satu universitas di Swiss.

Mereka datang dengan percaya diri ke Swiss, 2 bulan sebelum kuliah dimulai. Tetapi mereka hanya bisa berkomunikasi memakai bahasa Inggris.

2 bulan diisi dengan berbagai liburan dan pelajaran bahasa yang sedikit aneh ditelinga mereka. Perubahan huruf t dan s menjadi tsa, Sangat sulit dan mengundang gelak tawa mereka.


Cakiyonian, 11 Juni 2017
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Tsa [On Going] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#463palembang
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Don't Talk About Money de catheryn99
55 partes Concluida
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula de Irwansight
51 partes Concluida
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
Milan & Rou ✔ cover
ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)  cover
Don't Talk About Money cover
Toxic Boyfriend {End} cover
Work in Progress [AouBoom AU] cover
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover
My Diet Tutor ; SOOKAI✔️ cover

Milan & Rou ✔

18 partes Concluida

"I Wish Angel, I Cut My Wings And Feel The Pain In The World With You." ||☕|| Kemeja sekolah yang kini berantakan dengan jaket denim dan beberapa helai rambut yang tertiup pergerakan angin itu membuat dirinya menjadi pusat perhatian seluruh murid terutama siswi SMA Rainlight. Sebagai seorang murid baru, cowok itu sudah menunjukkan sikap brandalannya dengan cara berpakaian tanpa badge dan nama sekolah. Kemejanya kusut dan kedua telinganya yang kini menggunakan earphone itu bersikap acuh ketika beberapa siswi bertanya dari mana asal sekolahnya. Bullshit, batinnya. ||☕|| "Rou suka sama Milan, Tapi Rou nggak pernah minta untuk Milan membalas rasa suka Rou. Kenapa? Karna Rou ingin jadi perempuan tau diri." "Lo suka sama gue karna gue mirip sama idola lo, jadi gue disini masih ragu mempertanyakan ketulusan lo. Dan lagi, gue nggak suka perempuan childish."