Let It Flow

Let It Flow

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Lexa, gadis yang periang dan tidak pernah mengenal yang namanya malu. Tentu saja dia memiliki banyak teman karena sifat Lexa yang disenangi oleh banyak orang. Azka, seorang laki laki yang merupakan musuh bebuyutan Lexa. Tidak ada hari bagi Azka untuk tidak mengganggu Lexa. Baginya menganggu Lexa adalah kepuasaan bagi dirinya sendiri. Hidup Lexa yang awalnya berjalan indah dan baik baik saja tapi lama-kelamaan seiring berjalannya waktu hidup Lexa berubah menjadi mimpi buruk. Mimpi buruk yang belum pernah Lexa bayangkan akan terjadi dihidupnya.
All Rights Reserved
#31
choose
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • From Aleeza!
  • Arcapada L-Sha
  • ALEXA
  • LENTERASKA
  • ADYRA
  • ARAKHA
  • LAKA (Completed)
  • Diary Cinta ELVAZA
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines