Dear, enemies.

Dear, enemies.

  • WpView
    Reads 5,767
  • WpVote
    Votes 2,097
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2020
Seumur hidupnya, Ayra Nifsa Hanaya tidak akan pernah menyangka bisa bertemu lagi dengan manusia semenyebalkan Prahansa Raffiansyah. Meskipun sudah hampir sepuluh tahun yang lalu, ingatan buruk tentang Raffi yang selalu mengejeknya masih terasa nyata didalam pikiran Ayra. Tanpa diduga, semesta justru merencanakan alur kehidupan yang sama sekali tidak Ayra inginkan. Alur kehidupan yang justru membawanya pada rasa yang tidak pernah Ayra sangka. Tidak pernah sekalipun Ayra menyangkanya, ternyata berteman dengan musuh terasa menyenangkan. "Bila kita terlalu membenci seseorang, berhati-hatilah. Takutnya terbawa hati." Awalnya kata-kata itu menakutkan didalam benak Ayra. Namun bagaimana bila sekarang ia sendiri mengalaminya, lalu nyaman dengan hal itu? Ini hanya tentang Ayra, yang hidupnya berubah setelah memiliki rasa itu lalu harus menerima kenyataan pahit yang tidak akan pernah ia ikhlaskan seumur hidupnya. "Dear, enemies. You will never disappear in my memory, i will always miss you." -Ayra Nifsa Hanaya. © Copyright 2019 by Aysalamaaa
All Rights Reserved
#5
ayra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gula - Gula
  • AURORA
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Friendship In Love
  • APRIL
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Waktu?
  • Arsyilazka
  • Apa yang Mereka tidak Tahu

Teman-teman sekelasnya mengharapkan senior year SMA mereka begitu meriah, penuh kejutan, kesenangan, dan tentu saja romansa. Lain halnya dengan Xaqila. Ia hanya berharap bisa melewati tahun terakhirnya dengan tenang, diterima di universitas impian, tanpa drama. Lagi pula, apa sih yang bisa diharapkan gadis muda penderita diabetes seperti dirinya? Jangankan romansa, dia bersyukur kalau masih punya sahabat yang setia menjaga rahasia penyakitnya agar dia tidak dianggap invalid. Lebih baik berlindung pada alasan bulimia kala pertanyaan mendera soal kenapa kotak makan siangnya nampak terlalu sehat, kenapa dia selalu mengecek akg di balik kemasan makanan minimarket, dan kenapa dia nyaris selalu bermusuhan pada segala hal yang berbau manis. Rasa manis bukan satu-satunya hal terlarang dalam hidupnya. Rasa sukanya pada Aarav juga terlarang. Lebih karena mereka sudah berteman selama rasa suka Xaqila pada cowok itu. Namun, semenjak Xaqila mengenal rasa manis yang berhasil dicecapnya selain dari makanan, pendiriannya mulai goyah. Rasa manis yang berhasil ia curi dari ciuman Aarav, dan sejak itu dia tahu takkan sanggup menyimpan perasaannya lebih lama. #ColorfulDaysofAprilChallenge

More details
WpActionLinkContent Guidelines